Kades dan Bhabinkamtibmas Kaget

Memprihatinkan, 1 Rumah Sempit Nyaris Runtuh di Cinunuk Dihuni 16 Jiwa

foto

Yayan Sofyan

RUMAH KUMUH - Kades Cinunuk Edi Juarsa didampingi Bhabinkamtibmas Aipda Hari Maryadi meninjau rumah yang tidak layak huni, sempit, kumuh, diisi 16 jiwa dari 5 KK.

CILEUNYIKejakimpolNews.com - Ditemukan satu rumah sempit, kumuh, dan nyaris runtuh di Kampung Cijambe RT 02 RW 07, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung dihuni 16 jiwa.

Rumah yang berdiri di lahan 5 tumbak lebih ini berada di gang sempit dan tampak kumuh, juga nyaris runtuh. Dihuni 16 jiwa dari 5 kepala keluarga (KK) bersaudara dan berdesakan.

Kades Cinunuk Edi Juarsa dan Bhabinkamtibmas Desa Cinunuk Aipda Hari Maryadi diantar Ketua RW 07 Kampung Cijambe Yanto, begitu melihat rumah tersebut langsung kaget.

Rumah sempit yang telah dipenggal-penggal untuk 5 KK itu hanya memilki kamar mandi, 1 dapur di depan rumah dengan tungku tanpa gas. Selain itu, atap rumah berantakan dan beberapa kamar tanpa kasur, yang ada hanya karpet plastik serta tikar.

"Jujur, setelah dilihat rumah ini saya kaget. Ini benar-benar memprihatinkan harus segera ditindaklanjuti. Alasannya, selain dari sisi kesehatan kurang layak, rumah ini bisa mengancam keselamatan penghuninya," kata Kades Cinunuk kepada KejakimpolNews.com saat melihat rumah tersebut.

Menurut Edi Juarsa, kondisi rumah yang memprihatinkan ini harus jadi prioritas untuk segera ditangani perbaikan. "Saya akan segera koordinasi dengan Puskesos, pihak Kecamatan Cileunyi dan Dinsos Kabupaten Bandung," ucap Edi.

Diungkapkan Edi Juarsa didampingi Bhabinkamtibmas Desa Cinunuk Aipda Heri Maryadi dan Katua RW 07 Kampung Cijambe Yanto, selain segera berkoordinasi dengan pihak terkait, pihaknya pun segera berkoordinasi dengan Bumdes Cinunuk untuk segera tersentuh perbaikan.

Apalagi rumah ini kata Edi tak tersentuh program rumah tidak layak huni (rutilahu). Sementara Wardi Suryadi (42) salah satu KK dari 5 KK penghuni rumah sempit tersebut membenarkan jika rumah berikut lahan tersebut telah dibagi-bagi untuk 5 KK.

"Beginilah keadaannya, berantakan sekali. Tidak ada dapur, di depan rumah hanya ada tungku untuk 5 KK. Boro-boro memasak menggunakan gas, pekerjaan kami tak tentu, ada jadi buruh serabutan dan kuli bangunan,"kata Wardi yang sehari harinya ke selokan, sawah dan kolam untuk nyetrum belut untuk dijual.

Ketika ditanya apakah pernah mendapat bantuan perbaikan rumah dari pihak mana pun, atau pernah mendapat bansos dan bantuan langsung tunai (BLT), termasuk BLT BB dan bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BLNT). Menurut Wardi, hingga saat ini rumahnya pernah mendapat bantuan untuk perbaikan.

"Dulu saya pernah mendapat bansos dan hingga saat ini belum pernah lagi mendapat bansos.Hanya, dari 5 KK penghuni rumah ini, alhamdulillah ada 1 KK mendapat BLT BBM dan bansos BPNT,"terang Wardi.

Wardi sangat berterima kasih kepada Kades, Bhabinkamtibmas Desa Cinunuk dan Ketua RW 07 yang telah meninjau rumahnya. "Berharap rumah sempit, kumuh dan nyaris runtuh ini ada yang peduli untuk memperbaikinya," tutup Wardi.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kang Eful, "Saya ingin Demokrat ini, Katara, Karampa, Karasa"
Rutilahu Bobrok di Cinunuk Dihuni 16 Jiwa Akhirnya Direspon Dinas Terkait
Demokrat Kab. Bandung Gelar Gerak Jalan Doorprize 3 Tiket Umroh dan Turnamen Bola Voli "AHY Cup"
13 Wifi Gratis di Kota Bandung Tidak Berfungsi
Didik S. Nugrahawan, Benny Bachtiar dan Hery Antasari Berpeluang Jadi Pejabat Wali Kota Cimahi