Lagi, Wacana Kabupaten Bandung Timur Jelang Tahun Politik Mencuat, Ini Kata Politisi PDIP

foto

Yayan Sofyan

Nia Purnakania, anggota DPRD Jabar Fraksi PDIP Komisi IV saat reses di GOR Desa Cileunyiwetan, Kec. Cileunyi, Kamis (3/11/2022)

CILEUNYI, KejakimpolNews.com - Jelang tahun politik 2024 mendatang dan kembali bangsa Indonesia akan ikuti gelaran pilpres, pileg dan pilkada, wacana pemekaran Kabupaten Bandung Timur (KBT) pisah dari induknya Kabupaten Bandung kembali mencuat.

Mencuatnya wacana Daerah Otonomi Baru (DOB) KBT ini, selain dibahas di media sosial (medsos), juga dibahas sejumlah tokoh masyarat wilayah Bandung Timur. Mereka melontarkan berbagai komentar, sekaligus mempertanyakan kapan wacana DOB KBT yang sudah lama digelindingkan bisa terealisasi.

Apalagi setelah wacana KBT disalip wacana DOB lainnya di Jabar, mereka kian penasaran apa kendalanya. Ada 5 wacana DOB di Jabar telah dibahas dan disetujui Gubernur dan DPRD Jabar yakni Kabupaten Garut Selatan, Bogor Barat, Sukabumi Utara, Bogor. Terkait wacana KBT?

Namun meski banyak pihak mempertanyakan progres DOB KBT, ada juga yang berkomentar jika saat ini wacana KBT mencuat biasa jelang tahun politik. Mereka menilai wacana KBT kerap muncul di tahun politik dan jadi komoditas politik.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Jabar, Nia Purnakania mengatakan, pada prinsipnya ia dan seluruh anggota DPRD Jabar mendukung penuh wacana DOB KBT tersebut dan Kabupaten Bandung dinilai layak untuk dimekarkan jika dilihat dari berbagai sisi

"DPRD Jabar sejak dulu mendukung penuh wacana DOB KBT tersebut dan Kabupaten Bandung sudah layak dimekarkan. Hanya ini butuh proses dan saya belum tahu prosesnya sejauhmana," kata Nia anggota Komisi IV DPRD Jabar kepada KejakimpolNews.com  saat reses di GOR Desa Cileunyiwetan, Kecamata Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis  (3/11/2022).

Ketika ditanya saat ini wacana DOB KBT mencuat kembali dan ada sejumlah pihak menilai sudah jadi komoditas politik 5 tahun sekali jelang pilkada, politisi dari Fraksi PDIP DPRD Jabar ini menghindar untuk berkomentar.

Saat reses itu Nia menampung aspirasi masyarakat dihadiri Kades Cileunyiwetan Hari Haryono, Ketua PAC PDIP Kecamatan Cileunyi, Ujang Dedi Nurendi dan ratusan kader PDIP dari dapil 3.

Sementara itu, Dudin Komarudin Salim, Ketua LSM Forum Masyarakat Independent (Formasi) Jabar asal Cileunyi yang dulu jadi pendorong dan pegiat wacana KBT mengatakan, dari baheula hingga saat ini hanya sekadar wacana ke wacana. Apalagi setelah muncul adanya 5 DOB di Jabar telah di syahkan, sementara DOB KBT nihil.

"Diketahui, wacana DOB KBT diwacanakan sejak Bupati Bandung Obar Sobarna, Dadang Naser hingga Dadang Supriatna yang saat ini menduduki kursi Bupati Bandung. Jika saat ini DOB KBT mencuat jelang tahun politik tak aneh,"kata Dudin.

Biasa kata Dudin, DOB KBT rame 5 tahun sekali di tahun poltik dan jadi komoditas politik, "nu teu puguh hulu buntutna. Saat ini lanjut Dudin, ia dan rekan-rekan yang dulu masuk di dalamnya jadi pegiat untuk mendorong wacana DOB KBT sudah enggan lagi berpikir, apalagi berkecimpung

"Cape ah, KBT bikin bete dan jadi komoditas politik. Lebih baik Cileunyi, Cilengkrang dan Cimenyan gabung ke Kota Bandung saja " tutup Dudin yang mantan Ketua BPD Cimekar, Kecamatan Cileunyi ini.**

Editor : Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
"Lain Kades Nu Demo Teh, Kuduna Ketua RT/RW, Digajih Ngan Rp250/Rp300 Rebu Sabulan"
Aya-Aya Wae, Cat Tugu Batas Kota di Cibiru Ganti Warna Dikaitkan Ridwan Kamil Gabung ke Golkar
Wali Kota Sebut Malam Tahun Baru di Kota Bandung Aman dan Kondusif
Kenaikan Tarif Parkir Off Street di Kota Bandung Ditunda
Wujudkan Program Pentahelix, Bupati Bandung Silaturahmi dengan Insan Pers