Usai Dilantik Asep Langsung Benahi Sampah, Kejar Target 100 Hari Kerja

foto

Maman Djuherman

SERTIJAB, Serahterima jabatan, dari Ketua RW 04 Kelurahan Manggahang, Baleendah lama, Ilham Maulana (kanan) kepada Ketua RW 04 baru, Asep Taryadi.

BALEENDAHKejakimpolNews.com - Sampah selalu menjadi masalah, hampir di setiap daerah. Demikian juga di lingkungan Rukun Warga (RW) 04, Kelurahan Manggahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Keberadaan TPS (Tempat Pembuangan Sementara) berada di tengah perkampungan, selalu dikeluhkan warga. Ini menjadi program prioritas Ketua RW 04 terpilih, Asep Taryadi yang hari ini (Rabu, 30/11) dilantik Lurah Manggahang.

Dia bertekad, begitu selesai dilantik, langsung bekerja untuk mewujudkan janjinya memindahkan TPS, dalam waktu 100 hari kerja. "Pekerjaan pertama saya akan fokus, untuk memindahkan TPS ke lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk. Alhamdulilah ada tanah wakaf dekat areal pemakaman," tutur Asep kepada KejakimpolNews.com, hari ini.

Hampir tiga tahun, ujarnya, keberadaan TPS di tengah pemukiman penduduk menjadi masalah tersendiri. Bukan saja bau busuk yang menyengat, bila telat pengangkutan dari pihak dinas, juga banyak lalat dan terkesan kumuh.

"Pemindahan TPS ini, merupakan janji saya kepada masyarakat saat penyampaian visi dan misi. Saya harus mewujudkan janji itu. Dalam 100 hari kerja TPS harus sudah pindah," paparnya.

Pekerjaan ini, jelasnya, sesuai dengan moto yang diembannya, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ihlas. Sementara itu, Sekretaris Lurah (Seklur) Manggahang, Usep mengatakan, tugas RW adalah tugas sosial.

"Saya tegaskan, RW adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Kalau dahulu, guru pahlawan tanpa tanda jasa, sekarang kan guru sudah ada sertifikasi. Nah RW inilah sebenarnya pahlawan tanpa tanda jasa, kerjanya berat, tanpa upah, yang didapat hanya cacian, bila sedikit berbuat salah," jelasnya.

Untuk itu, Seklur mengingatkan pada tokoh dan masyarakat, bila ada yang kurang sejalan dengan sikap ketua RW, sebaiknya disampaikan langsung, jangan mendumel di belakang.

"Sampaikan langsung permasalahannya, ulah ngomongkeun di tukang. Tapi sampaikan secara baik dan sopan, kritik yang membangun, bukan mencaci," tandasnya.**

Editor : Maman Juherman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Cileunyi Buka Pendaftaran Pantarlih dan Inilah Besaran Gajinya
Eta-Eta Keneh, Sekcam dan Kasi Pembangunan Kec. Cileunyi Resmi Tukar Kursi
Duhhh... 143 Pelajar Kota Bandung Ajukan Dispensasi Nikah di Bawah Umur, Wali Kota Bereaksi ...
Dandim Berharap di Tahun Politik Kabupaten Bandung Kondusif, Berkopetensilah Secara Sportif
Mendag Memuji, Masjid Raya Al Jabbar Terindah di Indonesia