Alhamdulillah, Kartu BPJS Ketenakerjaan RT/RW di Bandung Timur Sudah Terkirim ke Desa

foto

Yayan Sofyan

BPJS RT-RW. Kades Cileunyikulon, Kec. Cileunyi, A. Mulyadi memperlihatkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi para ketua RT/RW yang telah dicetak dan dikirim pihak BPJS

CILEUNYIKejakimpolNews.com - Kartu BPJS Ketenagakerjaan RT/RW yang iurannya dipotong dari insentif RT/RW Rp16.800/bulan kartunya sudah tercetak dan sudah terkirim ke desa masing-masing.

Dari pantauan KejakimpolNews.com, Kamis (1/12/2022) di sejumlah desa di Kecamatan Cileunyi, kartu BPJS tersebut dikirim ke desa melalui jasa Pos oleh kantor BPJS. Pengiriman kartu BPJS sejak Rabu (30/11/2022).

"Betul, kartu BPJS untuk RT/RW ke Desa Cinunuk sebagian sudah diterima dari pihak BPJS namun belum dibagikan sebab harus terlebih diverifikasi datanya, maklum di Desa Cinunuk ada 29 RW dan 195 RT," kata Kades Cinunuk Edi Juarsa.

Hal senada dilontarkan Kades Cileunyikulon A. Mulyadi. Menurut A Mulyadi, saat ini kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk 26 Ketua RW dan 116 Ketua RT di Desa Cileunyikulon masih perlu diverifikasi datanya sebelum dibagikan.

Baik Edi atau A Mulyadi mengucapkan terima kasih Kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi RT/RW sudah tercetak dan terkirim ke desa tinggal dibagikan.

"Kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi RT/RW yang iurannya dipotong dari insentif RT/RW memang sempat dipertanyakan. Alhamdulillah, kartu BPJS Ketenagakerjaan RT/RW sudah tercetak dan kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bandung, BPJS dan pihak lainnya," kata Edi dan A Mulyadi.

Ketika ditanya bagaimana jika ada Ketua RW atau Ketua RT telah memilki Kartu BPJS Ketenagakerjaan baik secara mandiri atau di kantornya akan memilki Kartu BPJS Ketenagakerjaan RT/RW?.

"Soal itu kita belum mendapat penjelasan apalagi kartu BPJS yang telah terkirim perlu diverifikasi," kata A. Mulyadi. Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bandung Riki Ganesa membenarkan juga jika Kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi para Ketua RT/RW di Kabupaten Bandung sudah mulai tercetak dan dikirim oleh BPJS ke desa-desa via pos.

"Ini upaya sejumlah pihak, baik Pemkab Bandung, BPJS, media, DPRD Kabupaten Bandung dan pihak lainnya sehingga Kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi para Ketua RT/RW sudah tercetak," kata Riki anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Golkar ini.

Menurut Riki, dengan sudah tercetaknya kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi para Ketua RT/RW di Bandung yang iurannya dipotong dari insentif RT/RW Rp 16.800/bulan ini, sudah terjawab yang selama ini banyak dipertanyakan.

"Soal potongan insentif RT/RW untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan sebelumnya banyak dipertanyakan dan sempat pula disampaikan ke saya. Alhamdulillah, semuanya terjawab dan tak lagi jadi pertanyaan, khususnya para Ketua RT/RW," tutup Riki.

Sebelumnya, Tedi Surahman, Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Bandung mengatakan, anggaran untuk insensif para Ketua RT dan RW di Kabupaten Bandung setelah ada kenaikan 100 persen tahun 2.022 totalnya jadi Rp 64,7 miliar. Rp64,7 miliar tersebut kata Tedi, Rp14,8 insentif RW dan Rp 49,9 miliar insentif RT.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Yana Apresiasi Kinerja Aparat Polri Wujudkan Keamanan Kota
Berkat Bedah Rumah Polresta Bandung Dapat Penghargaan
Jumat Curhat Polsek Cileunyi, Warga Keluhkan Knalpot Bising dan Aksi Curanmor
Krodit TPAS Sarimukti Terus Terulang, Keberadaan TPPAS Legoknangka pun Dipertanyakan
Cegah Kejahatan Linmas dan Warga Kota Bandung Gelar Siskamling