Ema Sumarna

Alun-Alun Bandung dan Ujungberung Mesti Ditutup

foto

Humas Pemkot Bandung

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna.

BANDUNG, kejakimpolnews.com- Pemkot Bandung berencana akan menutup semua ruang publik seperti alun-alun dan taman-taman. Di antaranya alun-alun di Jln.Asia Afrika, Ujungberung, Regol dan Cicendo termasuk bebeberapa taman terbuka.

Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid- l9. Rencana penutupan ini terkait banyaknya warga belakangan ini yang beraktivitas di ruang publik, sementara paparan Covid-19 di Bandung masih dikhawatirkan.

Atas dasar itu Pemerintah Kota Bandung akan dan harus meningkatkan pengawasan protokol kesehatan di areal tersebut. Memutus mata rantai pemaparan Covid-19 di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) adalah salah satunya dengan penutupan ruang publik. 

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menyatakan hal itu usai memimpin rapat evaluasi tim Gugus Tugas Covid-19 di Balai Kota Bandung, Selasa (17/11).

Dirinya kata Ema, akan melapor ke Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung agar ruang publik di beberapa lokasi sementara untuk tidak dipakai terlebih dahulu. Seraya menyebut semua alun-alun dan taman-taman yang sudah semestinya ditutup.

"Alun-alun Cicendo, Regol, Ujungberung, Asia-Afrika saya mintakan benar-benar terjaga. Jangan dipergunakan dulu untuk warga masyarakat. Mohon maaf karena itu berpotensi menimbulkan kerumunan,” katanya. 

Ema berharap para camat dan lurah lebih masif menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan kepada warganya, sebab belakangan ini mobilisasi masyarakat yang semakin tinggi.

Ema mengingatkan kepada warga Kota Bandung untuk mewaspadai klaster keluarga. Klaster keluarga saat ini sudah bergerak pada angka 30 persen. Faktor penyebabnya dari kontak erat.

"Misalkan ada orang yang bekerja di wilayah zona merah saat pulang ke rumah berkontak erat dengan keluarganya,” tuturnya.

Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta tidak berkerumun (3M1T) harus dilakukan sekalipun dengan anggota keluarga. Dan ini idealnya sehingga lanjut Ema, interaksi dengan keluarga relatif lebih aman.

Ema pun mengingatkan, Pemkot Bandung masih zona orange tapi sudah mendekat ke zona merah. Kalau masuk zona merah maka perwal mutlak harus direvisi. Karena masalah daya tampung akan kembali menjadi 30 persen.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
PPKM di Bandung Barat, Tetap Jalani Prokes!
Rumah Anda Penuh Lumpur Gegara Banjir, Kontaklah 113
Jadwal Mobil SIM Keliling di Bandung
Wabup Bandung Barat Hengki Kurniawan dan sejumlah Pejabat mengawali Vaksinasi di Daerahnya
Jadwal Mobil SIM Keliling di Bandung