Heboh, Kabar ASN Pemkab Bandung Wajib Patungan Hewan Kurban, Ini Kata Kadiskominfo Yosep Nugraha

foto

Istimewa

Kadiskominfo Kab. Bandung, Yosep Nugraha

SOREANG, KejakimpolNews.com - Heboh, kabar Aparatur Sipil (ASN) di Pemkab Bandung diwajibkan menyumbang atau dipungut biaya untuk patungan membeli hewan kurban dengan jumlah uang hingga mencapai Rp500.000 per orangnya.

Jika saja ASN tak bisa membayarnya (patungan), akan dijadikan utang dan akan ditanggulangi terlebih dahulu oleh dana talang dari kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) alias kepala dinas. Kabar yang beredar, setiap dinas diwajibkan berkurban satu ekor sapi.

Kabar tersebut ternyata viral di media sosial, salah satunya di grup Facebook (FB) Suara Keluh Kesah Rakyat Kabupaten Bandung (SKKRKB). Berbagai komentar muncul di grup FB SKKRKB, terutama terkait kebenaran kabar tersebut.

Soal kabar yang heboh tersebut, Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung, Yosep Nugraha langsung membantahnya. 

Menurut Yosef, bahwa Pemkab Bandung tidak pernah memaksa dan mewajibkan ASN untuk berkurban.

Dijelaskan Yosep, bahwa Baznas Kabupaten Bandung sebelumnya menyampaikan surat penawaran penitipan hewan kurban kepada Pemkab Bandung. Isi surat tersebut yakni Baznas memfasilitasi jika ada ASN Pemkab Bandung yang ingin menitipkan uang atau hewan kurban untuk disalurkan kepada masyarakat.

"Ini sifatnya tidak mengikat. Siapa saja yang berkenan menitipkan biaya untuk kurban, Baznas menyediakan pelayanan pengelolaan hingga pendistribusiannya ke masyarakat yang membutuhkan. Jadi tidak ada pemaksaan," ungkap Yosep, Minggu (16/6/2024).

Yosep menegaskan bahwa penawaran dari Baznas tersebut bersifat sukarela.

Hanya untuk memfasilitasi bagi pegawai yang akan berkurban atau menitipkan uang untuk berkurban.

"Bagi pegawai yang tidak akan berkurban atau sudah merencanakan kurban secara pribadi tidak menjadi masalah. Namanya juga ibadah, tentu tidak boleh ada keterpaksaan," kata Yosep.

Terlebih, hukum melaksanakan ibadah kurban adalah Sunnah muakad atau Sunnah yang dianjurkan bagi yang memiliki kemampuan. Bagi yang tidak mampu, tidak harus berkurban. 

Selain itu, lanjut Yosep, jika memang berniat akan berkurban juga tidak harus menunggu perintah atau surat edaran. Ibadah kurban itu hubungannya dengan Allah SWT, bukan dengan atasan di lingkungan kerja.

"Momen ibadah kurban adalah momentum untuk menumbuhkan spirit berbagi dengan sesama manusia. Tentu harus ada keihklasan dan kesadaran pribadi. Ini hanya persoalan komunikasi yang kurang pas," kata Yosep.

Yosep pun menambahkan, Pemkab Bandung hanya berupaya menyampaikan niat baik dengan mengajak dan menumbuhkan kesadaran semangat berbagi kepada sesama bagi kalangan ASN dan pegawai di lingkungan Pemkab Bandung.

"Di momen kurban ini sejatinya kita berbagi, lebih kepada membangun kesadaran langsung. Tidak ada hak yang dirampas atau dialihkan dengan maksud lain. Semuanya secara sukarela, tidak ada paksaan," tegasnya.

Editor:Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Lagi, Kab. Bandung Raih Penghargaan Pemanfaatan SIASN Terbaik dari BKN RI
Indonesia Award Magazine, Bupati Bandung Raih Penghargaan "6.0 Award Trends 2024"
Saat Jumat Curhat di Soreang, Kapolresta Bandung Singgung Judi Online
Kemenkominfo: Kota Bandung Harus Jadi Contoh Daerah Lain Konsisten Terapkan Smart City
Alhamdulillah, Jumlah Kasus Lansia Terlantar di Kota Bandung Menurun Drastis