Macet Sehari Penuh Cibiru-Cileunyi, Pengguna Jalan Kembali Pertanyakan Wacana Underpass

foto

Yayan Sofyan

Macet di pertigaan Cileunyi sekitar bekas Terminal Cileunyi, Sabtu (6/7/2024) petang

CILEUNYI, KejakimpolNews.com - Kemacetan lalu lintas kembali mewarnai jalur dari Bundaran Cibiru (Kota Bandung) ke arah Cileunyi (Kabupaten Bandung), Sabtu (6/7/2024).

Kemacetan di jalur ini sejak lama disebut orang sebagai "jalur neraka" karena memang sudah rutin terjadi bahkan Sabtu pagi hingga malam ini kemacetan nyaris tak terputus namun sepanjang hari penuh.

Sejak pukul 07:00 hingga pukul 17:00 kemacetan dan antrean kendaraan masih terjadi baik dari arah Bundaran Cibiru ke arah Cileunyi ataupun sebaliknya.

Apalagi di waktu yang sama ada prosesi wisuda UIN SGD Bandung di Jalan A. H. Nasional (Cipadung) kendaraan mengular hingga Cipadung, hingga nyaris ke Mapolda Jabar (Jalan Soekarno Hatta).

Pun dari arah Cileunyi menuju Cibiru, kendaraan mengular hingga Cipacing, jembatan Tol Cisumdawu (Simpang Susun Cileunyi) dan Pasar Sehat Cileunyi. Kendaraan menuju Cibiru ini "ngabring" dari arah Garut, Sumedang dan gerbang Tol Cileunyi.

Dari pantauan KejakimpolNews.com pukul 17.00, dari arah timur menuju Cibiru kemacetan sudah terjadi sejak Cipacing menuju Simpang Susun Cileunyi, pertigaan Cileunyi (sekitar bekas terminal Cileunyi), Pasar Sore, Jalan Percobaan, Jalan Raya Cinunuk dan Cibiru.

Begitu juga dari arah barat menuju Cileunyi, kendaraan dari arah Jalan Soekarno Hatta dan A. H Nasution (Cipadung) terjebak macet.

Kendaraan dari sejumlah arah ini masuk ke jalur Bundaran Cibiru yang masuk ke jalur bottleneck atau masuk ke jalur leher botol.

Sejumlah pengemudi mobil dan motor yang terjebak macet pun menggerutu dan curhat. Bahkan ada yang "kepo" mempertanyakan sejauhmana progres pembangunan underpass Cibiru dan Jalan Lingkar Cileunyi (JLC) yang merupakan solusi atasi kemacetan di Bandung timur (Bundaran Cibiru-Cileunyi).

Pasalnya, hingga saat ini, progres, baik underpass Cibiru dan JLC sekadar wacana terlewat oleh pembangunan flyover di sejumlah titik di Kota Bandung.

Sementara jalur Bundaran-Cibiru-Cileunyi yang orang-orang menyebutnya "jalur neraka",  kemacetannya kian hari kian parah.

"Masa dari Cileunyi ke Cinunuk ditempuh nyaris 1 jam karena macet. Bagitu pula dari Cipadung ke Cileunyi ditempuh 1 jam," kata Iman Rismawan (54) asal Jatinangor, seorang dosen perguruan tinggi negeri di Bandung.

Diketahui, selama dua periode sejak era Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil hingga Yana Mulyana, pembangunan underpass Cibiru tak tahu rimbanya, atau hanya sekadar wacana yang tak pernah terealisasi.

Bahkan, Ridwan Kamil pernah mengunggah rancangan gambar Underpass Cibiru pada 24 November 2015 melalui akun Facebook resminya. Terowongan underpass Cibiru kata Ridwan Kamil, untuk mengurai kemacetan Bandung timur. Namun hingga saat ini, itu sekadar wacana.

Begitu pula pembangunan JLC yang juga solusi urai macet Bundaran Cibiru-Cileunyi hingga saat ini sekadar wacana meski sudah didukung dan didorong DPRD Kabupaten Bandung serta telah direspon Bupati Bandung, Dadang Supriatna.

"Terkait kemacetan Bandung timur, ya saya curhat sekaligus menagih janji pembangunan Underpass Cibiru kapan. Termasuk pembangunan JLC hanya sekadar wacana dan molor," kata Junjunan Maulana Yusuf (32) warga Bekasi mau ke Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung menemui orang tuanya.

Menurut Junjunan yang terjebak macet di jalur Bundaran Cibiru, meski macet di jalur ini sudah harus jadi perhatian pemerintah. Pasalnya, kata Junjunan, hari-hari biasa pun terutama pada jam-jam sibuk, jalur ini kerap macet.

Sekadar Wacana

Hal senada dilontarkan Yanyan Mulyana (45) warga Jakarta yang akan ke Cibeusi, Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Yanyan mengaku ketap terjebak macet di jalur Bundaran Cibiru-Cileunyi

"Terjebak kemacetan di jalur Bundaran Cibiru-Cileunyi jadi ingat akan wacana pembangunan underpass Cibiru yang diluncurkan Ridwan Kamil saat jadi Wali Kota Bandung. Eh, ternyata molor dan sekadar wacana. Akhirnya saya curhat dan menagih janji soal pembangunan underpass Cibiru dan JLC," ungkap Yanyan.

Selain curhat dan menagih janji pembangunan underpass Cibiru, Yanyan yang merupakan ASN di Jakarta ini curhat juga terkait wacana pembangunan JLC solusi urai kemacetan Bundaran Cibiru-Cileunyi.

"Saya tahu persis wacana JLC yang sebelumnya diawali dengan wacana pembangunan Kawasan Cileunyi Terpadu (KCT) solusi urai kemacetan Bundaran Cibiru-Cileunyi. Sayang, hingga saat ini, baik JLC atau pun KCT sekadar wacana,"ucap Yanyan.

Diungkapkan Yanyan, soal kemacetan di jalur Bundaran Cibiru-Cileunyi ini harus jadi perhatian pemerintah pusat, Pemprov Jabar, Pemkot Bandung dan Pemkab Bandung.

Volume kendaraan yang melewati jalur Bundaran Cibiru-Cileunyi kata Yanyan, kian hari, kian bertambah dan padat dari berbagai arah. Dari barat arus kendaraan dari Jalan Soekarna Hata dan Jalan AH Nasution (Ujungberung) menuju Cileunyi lewat Bunderan Cibiru.

Sementara dari arah timur (Cileunyi) sambung Yanyan, arus kendaraan yang menuju Bandung (Bundaran Cibiru) kendaraan dari arah Jatinangor, Rancaekek, dari Tol Cisumdawu dan Tol Padaleunyi.

Belum lagi pascadioperasikanya kereta cepat Whoosh dengan stasiun Teggalluar Cibiruhilir menambah padatnya volume kendaraan.

"Sekali lagi saya curhat, sekaligus tanggih janji kapan wacana pembangunan underpass Cibiru dan JLC. Jadi paradoks ah, kereta Whoosh dari Stasiun Halim ke Tegalluar hanya ditempuh 40 menit, eh dari Jatinangor ke Stasiun Tegalluar makan waktu 1 jam karena macet," pungkas Yanyan.**

Author: Yayan Sofyan
Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Peduli Lingkungan, Polsek Cileunyi Bersama Unsur Forkopimcam Cileunyi Tanam 1.000 Pohon di Batu Kuda
Yu Ikut Sayembara Rancang Taman Tematik di Bandung Berhadiah Puluhan Juta Rupiah
Rembug Bedas ke-137, Kali Ini Bupati Bandung Sampaikan Capaian Perbaikan Rutilahu
Pusat Rehabilitasi Narkoba Mandiri Tengah Dibangun di Kota Bandung
Diskar PB Sosialisasi Penanggulangan Bencana di Kelurahan Sukabungah