Hasil Kajian dan Survei

Ganjil Genap di Kota Bandung Turunkan Volume Kendaraan dan Kurangi Kemacetan

foto

Foto: Humas Kota Bandung

KEPALA Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Ricky Gustiadi dalam "Bandung Menjawab".

BANDUNG, KejakimpolNews.com - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Ricky Gustiadi menyebut, penerapan ganjil genap di Jalan Ir. H. Djuanda dan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, berhasil menurunkan volume kendaraan cukup signifikan di kedua ruas jalan tersebut.

Gambarannya, kata Ricky, volume kendaraan di Jalan Asia Afrika pada hari-hari biasanya sebanyak 3.047 kendaraan per jam, turun menjadi 2.111 kendaraan per jam. Bahkan, sempat mencapai 710 kendaraan per jam.

Begitupun di Jalan Ir. H. Djuanda yang biasa dilewati 2.070 kendaraan per jam, menunjukan pengurangan menjadi 1.075 kendaraaan per jam. Dengan volume terendah mencapai 542 kendaraan per jam.

"Artinya ganjil genap ini terjadi penurunan sekitar 50 persen. Lalu lintas menjadi lancar dan volumenya berkurang, kecepatan meningkat. Artinya efektif dan berhasil," ucap Ricky saat menjadi narasumber di "Bandung Menjawab" yang berlangsung secara virtual, Selasa (24/8/2021).

Ia menambahkan, selain menghitung dari rasio volume kendaraan, Dishub Kota Bandung juga turut menyurvei masyarakat selaku objek pengguna jalan selama pemberlakuan ganjil genap. Survei, kata dia, dilakukan terhadap pengendara mobil dan sepeda motor, lalu para ojek online, sopir angkutan penumpang dan angkutan barang, serta para pengunjung.

Tidak kurang dari 100 pengendara dari masing-masing lokasi pemberlakuan ganjil genap, baik Jalan Asia Afrika maupun Jalan Ir. H. Djuanda.

Di Jalan Asia Afrika, persentase terbesar jawaban responden memilih kebijakan pemberlakukan ganjil genap di waktu tertentu sebanyak 38 persen. Sebanyak 32 persen sepakat dengan penutupan jalan di waktu tertentu, dan 30 persen sisanya lebih memilih penyekatan dengan pemeriksaan dokumen.

Untuk Jalan Ir. H. Djuanda, sebanyak 58 persen responden juga sepakat dengan pemberlakuan ganjil genap di waktu tertentu. Dan 16 persen di antaranya memilih penyekatan dengan pemeriksaan dokumen. Sedangkan 14 persen responden setuju penutupan jalan di waktu terentu dan terdapat 12 persen yang memilih penutupan ruas jalan total.

"Kalau kita simpulkan keseluruhannya bahwa memang sebanyak 48 persen memilih pemberlakukan ganjil genap. Kemudian penutupan total 6 persen, penutupan jalan di waktu tertentu 23 persen, penyekatan dengan pemeriksaan dokumen perjalanan 23 persen," terangnya.

Menurut Ricky, hasil evaluasi ini menjadi bahan rujukan untuk penentuan kebijakan oleh pimpinan. Namun saat ini, Kota Bandung masih dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sekalipun kini tengah menurun ke level 3.

"Hasil evaluasi ganjil genap ini akan kita laporkan kepada tim Satgas Covid-19 dan akan dilaksanakan rapat terbatas. Nanti masalah lanjut atau tidaknya tergantung keputusan rapat pimpinan. Tapi dari hasil survei ini, ganjil genap efektif dan kondusif," bebernya.

Sementara itu, Kepala Unit Dikyasa Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Asep Kusmana mengatakan, Polrestabes Bandung turut memantau langsung respon masyarakat di lapangan ketika diberlakukan ganjil genap. Hasilnya justru banyak yang memberikan tanggapan positif.

Asep mengungkapkan, pada pelaksanaannya di lapangan masih ada pengendara yang memaksakan melintas meski tak sesuai aturan. Namun, petugas selalu mengedepankan edukasi terhadap pemberlakuan aturan ganjil genap ini.

"Ini sifatnya edukasi kepada masyarakat. Apabila ada pengendara yang menerobos yang tidak masuk pengecualian, kita hentikan dan diberi imbauan secara humanis diberikan edukasi. Supaya masyarakat paham maksud dan tujuan pemberlakukan ganjil genap ini," katanya.**

Editor: Dede Suryana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Oded Mengklaim Vaksinasi Covid-19 di Kota Bandung Sudah Capai 90,8%
Kota Bandung Optimistis Target Vaksinasi Tuntas 100% Desember
H-1 Pilkades Serentak Kab. Bandung, P2KD Wajib di RDT Antigen
Mantap, Mesin ADM Bisa Cetak KTP Kini Hadir di Desa Cibiruwetan
Semua Pekerja di Tempat Wisata Kota Bandung Wajib Divaksin