Kadis LH,"Sampah dari Kab. Bandung Berharap Bisa Terangkut ke TPA Sarimukti"

foto

Foto: Istimewa

TPA sarimukti

BANDUNG, KejakimpolNews com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bandung, Asep Kusumah mengatakan, meski di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Cipatat Kabupaten Bandung Barat (KBB) ada masalah, sampah dari Kabupaten Bandung bisa dibuang ke TPA sampah tersebut.

"Memang, kondisinya karena pengelola TPA Sarimukti terkendala kosong nya logistik BBM untuk alat berat sehingga seluruh armada pengangkut sampah dari Bandung Raya tidak bisa drop sampah ke TPA tersebut," kata Asep Kusumah kepada KejakimpolNews.com melalui pesan singkat WA, Minggu (7/11/2021).

Namun menurut Asep, dari hasil konfirmasi, sore ini katanya akan ada pemenuhan kembali stok BBM ke TPA Sarimukti dan sudah ada DO dari pihak Depo Pertamina Padalarang sebanyak 8.000 leter.

"Jika benar akan ada drop BBM untuk alat berat di TPA Sarimukti dari Depo Pertamina, sangat berharap pembuangan sampah dari Bandung Raya, termasuk dari Kabupaten Bandung kondisinya kembali normal," harap Asep.

Diberitakan, bukan hanya Kota Bandung yang bakal terancam akan menjadi lautan sampah, Kabupaten Bandung pun ikut terancam karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sarimukti Kabupaten Bandung Barat sekarang ini bermasalah. Termasuk Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

Pasalnya, TPA Sampah Sarimukti di kawasan Cipatat KBB ini, selain menampung sampah dari Kota Bandung, juga dari Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi dan KBB.

Sejumlah pengemudi armada pengangkut sampah yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bandung ketika dikonfirmasi Sabtu (6/11-2021) membenarkan jika saat ini TPA Sampah di KBB masih bermasalah.

"Jumat dan Sabtu (5-6/2021) ketika mengangkut sampah dari Cileunyi truk-truk berjejer dan antre. Jika di TPA Sarimukti masalahnya belum tertangani, sudah pasti sampah dari Kabupaten Bandung, khususnya dari Cileunyi tak akan terangkut," tutur pengemudi truk sampah yang biasa mengakut sampah sari Cileunyi ke Sarimukti.

Sebelumnya dikabarkan dari PTSR Provinsi Jawa Barat selaku pengelola TPA Sarimukti, menginformasikan bahwa pihaknya tak bisa mengoperasikan loader di TPS, karena persediaan bahan bakar minyak (BBM)-nya habis akibat ketiadaan dana. Ada yang menyebut anggaran untuk TPA ini habis karena dirasionalisasi untuk penanggulangan Covid-19.

Oleh karenanya, sampah khususnya dari Kota Bandung akan tersendat dan berpotensi takkan terangkut sebagaimana mestinya. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun mengakui, pengangkutan sampah dari Kota Bandung ke TPA Sarimukti mulai Jumat dan Sabtu hingga Minggu (5-6-7 November 2021) dan seterusnya akan mengalami masalah.

Truk pengangkut sampah milik Kota Bandung tersendat dan terpaksa mengantre panjang di TPA Sarimukti. Bahkan tak hanya truk sampah dari Kota Bandung, termasuk juga dari Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Informasi dari akun Instagram Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Bandung, yang juga diunggah ulang oleh akun instagram Wali Kota Bandung, Oded M. Danial melalui Instagram @mangoded_md, kekhawatiran itu diungkapkan dengan rinci, di antaranya permohonan maaf dari Pemkot Bandung kepada masyarakat soal pengangkutan sampah akhir-akhir ini yang tidak tepat waktu.

Wali Kota beralasan, hal itu terjadi lantaran adanya persoalan di TPA Sarimukti. "Mohon maaf jika masih ada keterlambatan dalam pelayanan pengangkutan sampah, karena memang keadaan yang memaksakan untuk itu dan tidak bisa kami hindari," ujar Oded dari akun Instagram-nya, Sabtu (6/11/2021).

Mang Oded, panggilan akrab Wali Kota Bandung, juga menjelaskan bahwa sejumlah kendaraan pengangkut sampah Kota Bandung saat ini masih tertahan akibat kepadatan antrean menuju TPA Sarimukti sejak Jumat 5 November lalu.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Gaji Januari 2022 ASN, Honorer, dan Anggota DPRD Kab. Bandung Barat Belum Juga Dibayar
Pemkot Bandung Bongkar JPO di Depan Kantor Pos
Gebyar Vaksinasi Presisi Untuk Anak di Cikancung Dihadiri Langsung Irwasda Polda Jabar
Keren, Bandung Raih Predikat Kota Metropolitan Ramah Sepeda
Gubernur Resmikan Jembatan Doble Track Leuwigajah