Pengangguran Terbuka Di Kuningan Semakin Memprihatinkan

foto

H. Wawan Hermawan, Jr

Dr.Carlan, M.M.Pd., Kepala Disnakertrans Kabupaten Kuningan (kiri) saat diwawancara wartawan KejakimpolNews.com.

KUNINGAN, KejakimpolNews.com - Pengangguran di Kabupaten Kuningan tahun 2022 semakin memprihatinkan dan angkanya cenderung terus meningkat. Terkait pengangguran terbuka ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) mempunyai fungsi dan tugas untuk mengurai pengangguran yang ada di kabupaten kuningan.

Demikian dikatakan Kepala Disnakertran Kuningan Dr. Carlan, M.M.Pd., di kantornya Jalan Raya Kertawangunan, Kamis saat jumpa pers (22/09/2022). Menurut Elon sapaan akrabnya, dengan tingginya angka pengangguran di Kabupaten Kuningan, kewajiban Disnaker memfasilitasi untuk menyalurkan para pencari kerja yang berkompeten untuk dimasukan ke perusahaan-perusahaan yang ada di Kuningan.

Melalui perjanjian kerja sama Disnakertrans mempunyai strategi lanjutan dengan memilih para pekerja dan meminimalisasi pekerja dari luar Kuningan, sehingga bisa menyerap tenaga kerja di Kabupaten Kuningan.

"Diharapkan perusahaan di Kabupaten Kuningan dapat menjalin kerja sama dengan Disnakertran dan wajib melapor karena perusahan yang ada di Kuningan diwajibkan 60 % harus warga kabupaten Kuningan," terangnya.

Sementara itu, pengangguran di Kabupaten Kuningan Jawa Barat memasuki tahun 2022 ini, menunjukan peningkatan yang semakin memprihatinkan. Saat ini jumlahnya sudah mencapai 63.000 lebih terdiri dari, penganggur petani, milenial dan sarjana.

Betapa tidak. Jumlah pencari kerja (pencaker) ke kantor Disnaker Kuningan selama 6 bulan terakhir (periode Januari-Juni 2022) mencapai 6.000 orang yang mayoritas lulusan SMK/SMA di antaranya lulusan SD dan SMP.

Berdasarkan data yang tercatat dikantor Disnaker Kab. Kuningan pada tahun 2021 jumlah pencaker mencapai 11.000 orang. Kepala Disnaker & Tranmigrasi Kab.Kuningan saat diwawancarai mengatakan, Kuningan saat ini menghadapi masalah pengangguran terbuka, yang angkanya pada tahun 2021 mencapai 11,68%, atau sekitar 62 ribu orang.

Selain itu, berdasarkan data Kuningan dalam angka tahun 2021, dari tahun 2017 s/d 2020, di Kuningan terjadi peningkatan jumlah penganggur sebesar 52 %, dari 32 ribuan orang menjadi 56 ribu orang lebih.

Dari total jumlah penganggur tersebut sebagian besar, yakni 93% memiliki tingkat pendidikan SD, SLTP dan SLTA. Terpisah DR Ukas Suharsaputra Assda II bidang ekonomi dan pembangunan Setda Kuningan, membenarkan adanya pengangguran yang semakin meningkat.

Dalam menghadapi hal itu kata Dr Ukas, diperlukan strategi dan langkah agresif di bidang ketenagakerjaan yang fokus dan efektif mengatasi masalah pengangguran. Salah satu langkah yang perlu ditempuh antara lain, membangun kemitraan seluas mungkin dengan dunia usaha lokal, regional, dan nasional dalam rangka menyalurkan "kolam penganggur" tersebut.

Dunia usaha yang direngkuh adalah yang memiliki kualifikasi pekerjaan sesuai dengan tingkat pendidikan penganggur. Hal yang perlu diperhatikan dan penting yaitu, meningkatkan kualitas tenaga kerja dengan fokus pada peningkatan keterampilan yang sesuai. Keterampilan yang dibutuhkan oleh tenaga kerja berpendidikan dasar-menengah adalah keahlian menengah (low-medium skill).(H.Wawan Jr)**

Editor : Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
3 Kasat, 1 Kasi dan 10 Kapolsek di Jajaran Polres Majalengka Resmi Berganti
Cegah Suap dan Gratifikasi, DPMPTSP Tangsel Luncurkan Hotline Pengaduan
Sekda Kabupaten Tangerang Ingatkan, Ada Tiga Prioritas Penggunaan Dana Desa
DPC Gerindra Ancam Lucky Hakim Tarik Dukungan Gegara Tantang Debat Terbuka dengan 50 Anggota DPRD Indramayu
DPRD Purwakarta Dianggap Terlalu Santuy Bahas APBD Perubahan 2022