Harga Minyak Goreng Meroket Warga Diimbau tak Panic Buying

foto

Foto: Humas Pemkot Bandung

KEPALA Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa.

BANDUNG, KejakimpolNews.com - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mengimbau masyarakat tetap bijak dan tidak panik, terkait melambungnya harga minyak goreng.

Disdagin memastikan pasokan minyak goreng di Kota Bandung tetap aman. Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa menyebut, pembelian secara panik dari masyarakat justru akan memberikan dampak lain yang bisa berpengaruh kurang baik terhadap harga minyak goreng di pasaran.

"Jangan panic buying terkait adanya kenaikan ataupun isu kelangkaan. Insya Allah, tidak ada kelangkaan. Jangan menumpuk minyak besar-besaran, itu akan memicu dampak lain," kata Meiwan saat menjadi narasumber di Bandung Menjawab di Auditprium Balai Kota Bandung, Kamis (11/12/2021).

Meiwan menuturkan, kenaikan harga minyak goreng ini merupakan isu nasional, karena terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Persoalan ini sudah menjadi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan.

Meiwan mengatakan, menurut informasi dari pemerintah pusat, kenaikan minyak goreng akibat naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah sebagai bahan utama minyak goreng.

"Kenaikan harga ini pemicunya adalah seperti yang dikatakan Kemendag, yaitu dipicu kenaikan harga CPO. Karena harga CPO mengikuti harga pasaran minyak dunia, dan CPO ini adalah bahan baku utama minyak goreng," ujarnya.

"Selain itu, produksi kelapa sawit juga mengalami penurunan. Sehingga harga cenderung merangkak naik," imbuhnya. Kendati masalah harga dipengaruhi oleh harga pasaran minyak dunia dan kewenangannya di pemerintah pusat, Meiwan menyatakan, Disdagin Kota Bandung terus memantau dan berkoordinasi untuk menjaga ketersediaan stok minyak goreng di pasaran.

"Kita terus memantau harga dan pasokan distribusinya. Jangan sampai pasokannya tidak ada. Hasil pemantauan di lapangan, barangnya insya Allah masih ada. Kita terus koordinasi dengan Disindag Jabar serta koordinasi dengan distributor dan Aprindo," katanya.**

Editor : Dede Suryana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Ganjil Genap Diberlakukan, Tempat Wisata di Kota Sukabumi Makin Diperketat
Omicron dan Imbauan Tak Bikin Takut, Akhir Tahun 16.939 WNI Berangkat ke Luar Negeri
Gowes Wisata Meriahkan Jamnas Mengelilingi Waduk Darma
Jelang Libur Nataru Harga Cabai Rawit di Bandung Sentuh Rp100 Ribu per Kg
Terobosan Pariwisata Ekonomi Kreatif Di Talaga Biru Cicerem Kab.Kuningan