Pelaku Diciduk Polisi

Viral di Medsos Pelajar SLB di Cirebon Dibully 3 Siswa SMA

foto

Tangkapan layar/Netizen

PERUNDUNGAN SISWA SLB - Tangkapan layar tentang perundungan (bullying) terhadap anak berkebutuhan khusus viral videonya di media sosial. Kini tengah ditangani polisi.

CIREBON, Kejakimpolnews.com.- Jagat maya dibuat geger ketika seorang siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Cirebon dirundung (bully) beberapa orang remaja. Mirisnya, para pelaku ternyata kelompok remaja yang masih berstatus sebagai pelajar SMA.

Aksi perundungan atau bullying terhadap remaja berkebutuhan khusus tersebut, terjadi di sebuah gubuk di areal persawahan kawasan Bojong Kulon, Susukan, Kabupaten Cirebon. Korbannya bernama Zaki, siswa sebuah SLB di Cirebon.

Dalam video yang sempat viral di media sosial, para pelaku yang masih mengenakan seragam SMA itu tampak menjejak-jejak punggung korban dengan kaki beralaskan sepatu. Meski korban terlihat menangis dan ketakutan, aksi perundungan terus berlanjut.

Tak hanya itu, dari tayangan video tampak seorang pelaku menaiki pundak korban kemudian berdiri. Sambil mengisap rokok dan tak henti ketawa-tawa, ia tak hiraukan tangisan dan teriakan korban yang meringis kesakitan.

Beredarnya video bullying terhadap siswa SLB membuat netizen murka. Saking geramnya, sejumlah warganet menyerukan untuk mencari pelajar SMA yang menjadi pelaku bullying itu. Bahkan, dalam unggahan akun @Infojawabarat, ada warganet yang mendesak agar pihak sekolah memberi sanksi tegas terhadap siswanya yang terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap anak berkebutuhan khusus tersebut.

Diamankan Polisi

Terkait peristiwa itu, Satreskrim Polresta Cirebon bergerak cepat. Tiga terduga pelaku akhirnya berhasil diamankan. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasat Reskrim Kompol Anton menyebut, baik pelaku maupun korban sama-sama anak di bawah umur, berusia antara 15 - 16 tahun.

"Tiga pelaku yang diamankan diduga terlibat dalam kasus penganiayaan atau pengeroyokan anak disabilitas secara bersama-sama. Saat melakukan tindakan tersebut, mereka ada yang menganiaya dan ada juga yang memvideokan," ujar Kompol Anton kepada wartawan, Rabu (21/9/2022) sore.

Ia mengatakan, peristiwa itu terjadi di sebuah gubuk di wilayah Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon pada Senin (18/9/2022) sekira pukul 13.00.

Saat itu korban yang kebetulan lewat diajak salah seorang pelaku yang merupakan tetangga dan mengenali korban. Setibanya di gubuk, para pelaku mengolok-olok dan menganiaya korban dengan cara ditendang.

Bahkan seorang pelaku menaiki pundak korban dan kemudian berdiri. Satu pelaku lainnya merekam aksi penganiayaan tersebut dan kemudian mengunggahya hingga viral di medsos.

Menerima laporan dari orang tua korban, kata Anton, pihaknya bertindak cepat hingga berhasil mengamankan tiga pelaku. Pihaknya juga mengamankan barang bukti di antaranya baju seragam sekolah, sepatu dan handphone.**

Editor : Dede Suryana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kecanduan Nyabu Kades dan Kaur Umum Dicokok Polisi
Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir Yoshua di Rumah Pribadi Ferdy Sambo Selesai
Penggunaan Lie Detector Bentuk Keseriusan Polri Selesaikan Kasus Kejahatan
Polisi Grebeg Tempat Penimbunan BBM Bersubsidi, Dua Tersangka Diciduk
Duhhh... Pengadaan Makan Minum Santri Tahfidz Quran pun Dikorup 4 Pejabat Indramayu