Buron 8 Tahun Koruptor Lilik Karnaen Disergap Aparat Kejaksaan dari Sebuah Hotel di Bandung

foto

Dede Suryana

PENANGKAPAN BURONAN. Terpidana Lilik Karnaen disergap Tim Gabungan Kejaksaan Tinggi Jabar dan Yogyakarta serta Kejaksaan Negeri Bandung, saat menginap di sebuah hotel di Bandung. Selanjutnya ia akan dieksekusi ke "hotel prodeo" lembaga pemasyarakatan,

BANDUNG, KejakimpolNews.com.- Seorang koruptor yang telah menjadi buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Yogyakarta selama 8 tahun, berhasil terendus jejaknya ketika dia menginap di sebuah hotel di Bandung. Ia pun tak berkutik ketika disergap aparat Kejati Yogyakarta bekerjasama dengan Kejati Jabar dan Kejari Bandung.

Buronan korupsi yang putusannya telah inkracht ini bernama Lilik Karnaen MT (64). Ia ditangkap oleh tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Yogyakarta bersama tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Jabar dan Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Bandung, di Hotel Amaroossa Kota Bandung, Selasa (19/10/2021) pukul 05.30 WIB.

Buronan berkepala botak itu kabur selama kurang lebih delapan tahun. Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar Dodi Gazali Emil,S.H., Selasda (19/10/2021), saat disergap di hotel, ia hanya bisa pasrah saat tim Kejaksaan Negeri Jogjakarta dan tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Jabar menggelandangnya dari kamar hotel.

Terpidana Lilik merupakan sebelumnya terlibat korupsi dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa tahun 2007 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam merehablitasi dan merekontruksi korban gempa, saat itu terpidana Lilik bertindak sebagai konsultan manajemen kabupaten. Dalam prakteknya, dia telah melakukan pemotongan dana bantuan yang seharusnya dipakai merekontruksi dan merehabilitasi para korban gempa. Akibanya, telah menimbulkan kerugian keuangan negara hampir Rp1 miliar atau tepatnya Rp911.250.000.

Atas perbuatannya itu, ia diadili di Pengadilan Negeri, selanjutnya banding ke Pengadilan Tinggi Yogyakarta namun bandingnya ditolak, akhirnya kasasai ke  Mahkamah Agung. Tapai juga ditolak.

Putusan kasasi Mahkamah Agung bernomor : 188 K/Pid. Sus/2013 menyatakan, terpidana (Lilik Karnaen,MT) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut.

Pria warga Dusun Sono Perumahan Akuntan AK 16, Desa Sinduadi, Kecamatan Miat, Kabupaten Sleman itu oleh MA tetap dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp200 juta, subsidiair 6 bulan kurungan. Namun sejak putusan kasasi MA itu, terpidana Lilik justru kabur dan lenyap bak ditelan bumi.

Delapan tahun lamanya ia berhasil "menghilang" dan tak terlacacak jejak apoarat Kejaksaan sebagai eksekutor, akhirnya Selasa subuh Lilik ditangkap di sebuah hotel di Bandung. Kejasaan tak memberi toleransi lagi, sebab dia berulangkali tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut oleh jaksa eksekutor.

Kini setelah terpidana Lilik ditangkap di Hotel Amaroossa Kota Bandung, selanjutnya dibawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, sebelum diserahkan ke tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Yogyakarta untuk di eksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan.**

Editor : Dede Suryana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Memalukan, Oknum Satpam Kejaksaan Negeri Kuningan Jual Narkotika
Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Sumut Divonis 2 Tahun Penjara
Kamar Hunian Napi Di Lapas Kuningan Digeledah Tim Satops
Tindak Tegas Mafia Tanah dan Mafia Pelabuhan Sampai ke Akarnya
Penyeru Jihad Terhadap Densus 88 Ditangkap di Bandung, Tapi Dilepaskan Kembali