Sepi Orderan, Driver Ojol Nekad Rampas HP Siswi SMA

foto

Foto: Polrestabes Bandung

DRIVER Ojol berinisial MLS ini harus mendekam di sel tahanan karena menjambret HP siswi SMA.

BANDUNG, KejakimpolNews.com - Rampas handphone (HP) milik seorang siswi SMA, pengendara Ojol alias driver ojeg online di Kota Bandung diciduk polisi. Aksi pelaku terekam CCTV hingga viral di medi sosial.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Aswin Sipayung mengatakan, aksi pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut terjadi di Jalan Terusan Nilem, Kelurahan Pasirluyu, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Sabtu (19/11/2022).

Saat itu, kata Aswin, korban baru pulang dari sekolah. Sambil nunggu jemputan ia memainkan telepon genggamnya di tepi jalan. Saat itulah pelaku yang menggunakan sepeda motor langsung menyambar handphone dari tangan korban.

Aswin mengatakan, korban sempat mempertahankan telepon genggamnya, sehingga terjadi tarik menarik dengan pelaku . Bahkan, korban sempat terseret, karena tersangka menggunakan motor.

"Kemudian anggota kami dari Unit Reskrim Polsek Regol melakukan penyelidikan dan olah TKP. Setelah diketahui tempat tinggal pelaku, kemudian anggota kami menangkap pelaku di rumahnya di Cimahi," kata Aswin kepada wartawan, di Mapolrestabes Bandung, Selasa (22/11/2022).

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Aswin, pelaku berinisial MLS, ternyata telah lima kali melakukan aksi yang sama di wilayah Kota Bandung dan Kota Cimahi. Ia mengaku nekad melakukan penjambretan karena sepi orderan ojek online.

Akibat perbuatannya, tersangka MLS dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Tersangka terancam hukuman penjara maksimal 9 tahun.**

Editor: Dede Suryana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Komisi Informasi Jabar Sidangkan 16 Sengketa Informasi
Kedapatan Bawa Cimeng 87,62 Gram, Sekretaris BPD di Sumedang Dicokok Polisi
Di Kota Sukabumi, Motor NMAX Raib Diembat Maling di Carport Rumah
Pulang Nyabu Tiba di Rumah Ditagih Utang, Rizky Ngamuk Anak dan Istrinya Dibantai dengan Sadis
Pelaku Kekerasan di Pesantren yang Menewaskan Santri Junior Harus Dihukum