KPU-Bawaslu Nyatakan Siap

Senin Besok Putusan Sela MK Atas Gugatan PHP Pilkada Kab. Bandung

foto

Yayan Sofyan

KETUA KPU Kab.Bandung Agus Baroya (kiri) dan Ketua Bawaslu Kab.Bandung Kahpiana (kanan) menyatakan siap menghadapi sidang di MK Senin besok.

CILEUNYI. KejakimpolNews.com. Sidang pugatan Perselisihan Hasil Pemiliihan (PHP) Pilkada Kabupaten Bandung sepertinya akan terus terus bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta. Sidangnya sendiri telah berlangsung dua kali.

Sidang perdana 26 Januari, agendanya pembacaan tuntutan dari pemohon paslon nomor 1 Hj. Kurnia Agustina-Usman Sayogi. Lalu sidang kedua 2 Februari lalu dengan agenda memberi keterangan dari KPU Kabupaten Bandung, pihak termohon, dari Bawaslu Kabupaten Bandung pihak pemberi keterangan dan dari pihak terkait (paslon).

Ketua KPU Kab. Bandung Agus Baroya ketika dikonfirmasi Minggu (14/2/2021) menyebutkan sidang gugatan PHP Pilkada Bandung akan terus bergulir. "Setelah sidang perdana dan kedua, sidang lanjutan atau sidang ketiga direncanakan Senin besok 15 Februari. Agendanya putusan sela," kata Agus.

Menurut Agus, KPU Kab.Bandung selaku pihak termohon sangat siap menghadapi sidang ketiga  lanjutan  ini. Demikian juga Bawaslu Kab. Bandung Kahpiana. "Bawaslu selaku pihak pemberi keterangan sangat siap,"kata Kahpiana.

Pada sidang gugatan Selasa (2/2) lalu, Komisioner Bawaslu Kabupaten Bandung Ari Hariyanto hadir dalam sidang ketiga di MK untuk memberikan keterangan terkait pokok permohonan yang dimohonkan pada PHP Pilkada Kab. Bandung Tahun 2020.

Agenda sidang saat itu mendengarkan jawaban termohon, keterangan Bawaslu, dan keterangan pihak terkait. Berdasarkan laman resmi MK mkri.id, permohonan PHP Bupati Bandung diajukan oleh pasangan calon nomor urut 1 Nia-Usman bernomor perkara 46/PHP.BUP-XIX/2021.

Paslon Nia-Usman melalui kuasa hukumnya, Mellisa Angraini mengatakan selaku pemohon mengajukan pembatalan Keputusan KPU Kabupaten Bandung Nomor 258/PL/02.6-Kpt/3204/Kab/XII/2020 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Tahun 2020.

Berdasarkan penetapan hasil perhitungan suara oleh termohon, perolehan suara pemohon berada di peringkat ke 2 dengan perolehan sebanyak 511.413 suara. Selisih perolehan suara dengan paslon nomor urut 3 Dadang Sahrul sebanyak 417.189 suara" kata Melissa kepada panel hakim yang dipimpin Wakil Ketua MK Aswanto didampingi Hakim Konstitusi Suhartoyo, dan Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh.

Menurutnya, rekapitulasi penghitungan suara dalam Pilkada Kabupaten Bandung cacat hukum karena terjadi pembiaran money politics yang merupakan pelanggaran adiministratif yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif yang belum diselesaikan oleh Bawaslu. Pihak Paslon Nia-Usman menuding paslon nomor urut 3 saat kampanye menyampaikan janji politik dan mencantumkan janji-janji imbalan uang tunai kepada masyarakat dan pemilih di Kabupaten Bandung.

Visi dan misi tersebut disampaikan paslon nomor urut 3 Dadang-Sahrul dan disebarkan dalam bentuk baliho dan alat peraga kampanye lainnya.Selain itu, paslon Bedas menggunakan alat keagamaan dan kelompok ibu-ibu pengajian untuk melakukan politik uang terselubung dengan janji insentif minimal Rp100.000.000 per tahun dalam bentuk kartu guru ngaji.

Oleh karena itu, Pemohon meminta kepada MK untuk memerintahkan Termohon melakukan pemungutan suara ulang tanpa mengikutsertakan paslon Bedas yang sejak awal sudah seharusnya didiskualifikasi sebagai paslon.

Dari hasil rekapituslasi suara KPU Kab. Bandung paslon no urut 3 Dadang-Sahrul (Bedas) unggul telak 56,2 persen suara menguasi 30 kecamatan dari 31 kecamatan di Kab. Bandung dan ditetapkan jadi Bupati dan wakil Bupati Bandung terpilih periode 2021-2026.

Sementara paslon no urut 1 Nia-Usman (Nu pasti sabilulungan) raihan suaranya di urutan ke-2 dengan raihan 30,4 persen suara. Sedangkan paslon no urut 2 Yena-Atep (Dahsyat) di urutan ketiga memperoleh 13,4 persen suara.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Penulis Skenario Fajar Umbara Ditahan Polisi Diduga Lakukan KDRT
KKB Papua Tembak Mati Guru SMP Asal Toraja
Aparat Kejari Mendadak Geledah Kantor KONI Tangsel, Ada Korupsi?
Gagalkan Perampokan, Warga Ciputat Ditembak
"Istana" Aa Umbara di Lembang Kini Mendadak Sepi