6 Pengeroyok Diciduk 2 DPO

Tragis, Oknum Kepala SD Masuk Rumah Istri Orang Dikeroyok Hingga Tewas

foto

pixabay ilustrasi'

ILUSTRASI Pengeroyokan

PURWAKARTA,KejakimpolNews.com.- Tragis nian nasib seorang aparatur sipil negara (ASN) yang juga kepala sekolah sebuah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Ia harus kehilangan nyawanya karena dipukuli sejumlah orang dengan tudingan selingkuh dengan istriu orang.

AJ (52) nama almarhum kepala sekolah yang meregang nyawa tersebut. Ia dipukuli ramai-ramai oleh sekira delapan orang setelah AJ ketahuan ada di rumah perempuan yang diduga bersuami berinisial LN di kawasan Desa Sindangsari, Bojong Purwakarta.

LN yang juga staf pada SD yang dipimpin AJ ini, dikenal lama para tetangganya memang sering dipergoki memasukan AJ ke rumahnya. Perbuatan ini membuat warga sekitar sangat muak dengan kelakuannya. Diam-diam pada Sabtu 13 Februari malam lalu warga mengintainya ketika melihat AJ datang dan memarkirkan sepeda motornya agak jauh dari rumah LN.

Kepala Polisi Resor Purwakarta Ajun Komisaris Besar Ali Wardana melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta AKP Fitran Romajimah kepada wartawan Kamis (25/02/2021) menceritakan, Sabtu malam itu AJ (korban) datang ke rumah LN sekira pukul 22,30 WIB yang diduga selingkuhannya.

Sekira pukul 01.00 LN meninggalkan rumahnya, katanya amu menginap di rumah orang tuanya yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Dia meninggalkan AJ sendirian di rumahnya. Pada saat itulah, sekelompok warga kurang lebih delapan orang mendatangi rumahnya. Warga tersebut merasa yakin di rumah LN itu ada seorang lelaki yang masuk beberapa jam sebelumnya.

Pintu digedor dan meminta agar orang yang ada di dalam keluar. Namun tak ada yang menanggapi. Kelompok warga itu terus menggedor-gedor pintu, lagi-lagi tak ada respon. Akhirnya mereka memaksa membuka pintu dan masuk ke dalam rumah.

"Pada saat itulah rupanya korban ketakutan. Ia bersembunyi di atap namun salah seorang dari warga memergokinya. Ia menarik keluar AJ. Di luar itulah sang kepala sekolah dipukuli beramai-ramai," kata Fitran.

Akibatnya sang kepala sekolah itu babak belur dan jatuh pingsan. Saat itulah pengeroyok panik. Mereka segera membawanya ke rumah sakit. Sayang di tengah jalan menuju rumah sakit, AJ mengembuskan nafasnya yang terakhir secara tragis.

Aparat Satrsekrim Polres Purwakarta ketika mendengar laporan tersebut segera meluncur ke lokasi. Enam pengeroyok berhasil diamankan dan kini jadi tersangka, sementara dua orang lagi masuk DPO (dalam pencarian orang).

Kepada polisi keenam tersangka mengaku mereka berani melakukan kekerasan itu karena kesal melihat LN yang kerap membawa masuk laki-laki tak dikenal ke dalam rumahnya. Menurut  informasi, hubungan AJ dan LN sudah cukup lama. Bahkan AJ katanya sering berkunjung ke rumah LN.

Keenam tersangka yang kini harus bertanggung jawab tersebut masing-masing berinisial D (53), CM (44), T (39), AS (38), ES (24) dan ESB (34). Mereka masih bertetangga dengan LN. Polisi akan menjerat mereka dengan pasal 170 KUHP ayat 2 yakni pengeroyokan yang menyebabkan korban tewas dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Densus 88 Ciduk Penghuni Kontrakan di Ciputat
6.800 Lembar Dolar Palsu Dimusnahkan
Spesialis Pembobol Toko Di Sumedang Terpaksa Didor
Polri Tegaskan Jozeph Paul Zhang Berstatus WNI
Aa Umbara Langsung Pingsan Saat Mendengar KPK Menjadikan Dirinya Tersangka