Polisi Gerebek Pabriknya

Awas...! Telah Beredar Karet Tabung LPG Ilegal Non-SNI

foto

Foto: Humas Polda Jabar

DIREKTORAT Reskrimsus Polda Jawa Barat menggerebek pabrik rubber seal komponen tabung dan kompor gas LPG yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

BANDUNG, KejakimpolNews.com.- Direktorat Reskrimsus Polda Jawa Barat menggerebek sebuah pabrik rumahan yang memproduksi rubber seal, komponen tabung dan kompor gas LPG dari bahan karet, yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Polisi mengamankan Ap, pemilik pabrik rumahan tersebut. Pabrik yang digerebek itu berlokasi di Kampung Ciawi Kepuh RT 003/RW 008 Desa Majasari, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut.

"Pabrik ini sudah berdiri sejak tahun 2015," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago kepada wartawan, Kamis (25/2). AP, kata Erdi, telah memproduksi dan memperdagangkan karet perapat pada tabung LPG itu di Pabrik Rubberseal CV Afif Perkasa dengan pekerja sebanyak enam orang.

Ia menggunakan bahan baku berupa karet kompon dan menggunakan alat berupa matres, kompor gas, gas LPG 3 kg, dan cairan silikon. Erdi menyebutkan, pabrik ini mampu memproduksi rubber seal sekitar 45.000 pcs/hari atau dalam setiap bulannya sekitar 1 juta pcs sampai dengan 2 juta pcs.

Tersangka AP menjalankan usahanya sejak 6 tahun lalu. Rubber seal yang tidak memenuhi SNI tersebut oleh AP selain dijual di daerah Jawa Barat, juga dipasarkan ke daerah Jawa Tengah melalui sales dengan harga Rp 30/pcs. Omset per bulan diperkirakan mencapai Rp 60 juta.

Tersangka, kata Erdi dikenakan Pasal 120 ayat (1) UU RI No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 3 miliar.

Kemudian Pasal 113 UU RI No. 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 5 miliar, Pasal 62 ayat (1) Jo. Pasal 8 ayat (1) huruf a UU RI No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.**

Editor: Dede Suryana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Selain Korupsi Bansos, KPK Dalami Dugaan Gratifikasi Bupati Bandung Barat
Spesialis Pembobol Toko Di Sumedang Terpaksa Didor
Dipakai Prostitusi Anak, Hotel Milik Artis Cynthiara Alona Disegel
Perkosa Anak Di Bawah Umur 2 Pelajar diciduk Aparat Kepolisian
KKB Papua Tembak Mati Guru SMP Asal Toraja