Selain Dugaan Korupsi Bansos

KPK Dalami Dugaan Gratifikasi Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna

foto

istimewa

BUPATI Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dan Andri Wibawa, putranya, dikenakan rompi oranye sebelum dimasukan ke sel tahanan KPK.

BANDUNGBARAT, KejakimpolNews.com.- Ditahannya Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), maka  tugas harian bupati menjadi tanggung jawab Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan, sampai menunggu penunjukan Pelaksana tugas (Plt) Bupati.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kepada wartawan Sabtu (10/4/2021) mengatakan, untuk mengisi kekosongan jabatan Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu, masih menunggu keputusan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait penunjukan Plt Bupati itu.

"Dalam urusan ini kewenangan ada di Kemendagri, Gubernur tidak ada diskresi, kamj hanya mengolah yang ada, kita tunggu prosesnya seperti apa", ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa kang Emil.

Kang Emil mengaku sangat prihatin dan sedih atas kasus yang menjerat Aa Umbara Sutisna itu, apalagi kasusnya berkaitan dengan bansos Covid-19, yang semustinya kita lagi berjuang memulihkan pandemi dan memastikan bantuan sosial harus tepat sasarannya.

Penahanan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna dan anaknya, Andri Wibawa yang dilakukan KPK itu, sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial (Dinsos) KBB tahun 2020 lalu.

KPK juga menetapkan sebagai tersangka terhadap Andri Wibawa dari swasta dan M. Totoh Gunawan sebagai pemilik PT Jagat Dir Gantara (JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL).

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna diduga terjerat kasus tindak pidana korupsi lain dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda KBB. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto mengatakan, Aa Umbara Sutisna pada kasus bansos Covid-19, diduga menerima uang sebesar Rp1 Miliar, dari paket sembako yang diberikan oleh M. Totoh Gunawan dari nilai harga perpaket sembako yang ditempelkan stiker bergambar Aa Umbara Sutisna untuk dibagikan kepada masyarakat KBB, Jumat (9/4/2021).

"Aa Umbara juga diduga menerima gratifikasi dari berbagai dinas yang ada di lingkungan Pemda KBB," ujar Karyoto. Menurut Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Aa Umbara juga diduga menerima gratifikasi dari berbagai dinas di Pemda KBB dan pihak swasta yang mengerjakan berbagai proyek yang ada di KBB.

Karyoto menjelaskan, tim penyidik KPK saat ini masih terus melakukan pendalaman dari dugaan kasus gratifikasi itu, dan KPK telah mengumpulkan berbagai berkas yang dijadikan barang bukti dari hasil penggeledahan terhadap 12 kantor dinas di Lingkungan Pemda KBB.

Sementara itu, kasus dugaan korupsi di Lingkungan Pemda KBB sudah dianggap merajalela, terutama di Dinas Kesehatan (Dinkes) dan kasus jual beli jabatan. "Diharapkan kasus korupsi yang terjadi di Dinkes yang sudah mengakar itu yang dilakukan oleh orang lama itu bisa terungkap oleh KPK", ujar salah seorang ASN yang enggan disebut namanya.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Polsek Ciwidey Gagalkan Upaya Penyelundupan Bibit Lobster
Tahanan Kasus Narkoba Tewas Dianiaya Sesama Penghuni Sel
Gaet 9 Laptop Bromocorah dari Cileunyi Diringkus Polisi
Marak, Penjualan Rapid Tes Antigen Tanpa Izin Edar
Polri Belum Tetapkan KKB Sebagai Teroris