Plt Bupati Minta SKPD Kooperatif

Selain Korupsi Bansos, KPK Dalami Dugaan Gratifikasi Bupati Bandung Barat

foto

Asep Rahmat Hidayat

WAKIL BUPATI/ Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan.

BANDUNG BARAT, KejakimpolNews.com .- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengusut dugaan tindak pidana korupsi terkait gratifikasi terhadap Bupati (nonaktif) Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna. Dugaan gratifikasi ini diterima Aa Umbara dari beberapa dinas di lingkungan Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan tidak menyangkal dan juga tidak membenarkan dugaan ini, ia hanya meminta kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berurusan dengan KPK agar kooperatif bilamana KPK membutuhkan barang bukti dan keterangan apapun, agar disampaikan seadanya dan jangan ada yang ditutup-tutupi sehingga bisa menghambat penyidikan.

"Agar seluruh kasus dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan Pemda KBB, bisa segera terungkap, dengan kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua, namun pelayanan terhadap publik harus terus berjalan lancar jangan terhenti," ujar Hengky Kurniawan.

Lebih lanjut Plt Bupati mengatakan, jika kondisi Pemda KBB selama 2,5 tahun ini, tidak berkenan dengan harapan masyarakat, saatnya sekarang kita tunjukan kepada masyarakat, bahwa KBB bisa bangkit dan lebih baik.

Mengenai munculnya di bagian rumah tangga anggaran sebesar Rp3 miliar masih dalam penelusuran. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto menjelaskan, bahwa Aa Umbara Sutisna dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinsos KBB tahun 2020, diduga menerima uang suap sebesar Rp1 Miliar dari paket sembako yang diberikan oleh M Totoh Gunawan.

Selain itu juga Aa Umbara juga diduga menerima gratifikasi dari beberapa dinas (SKPD) yang ada di lingkungan Pemda KBB. "Tim penyidik KPK masih terus melakukan pendalaman dari dugaan kasus gratifikasi itu, dan KPK juga telah mengumpulkan berbagai berkas yang dijadikan barang bukti dari hasil penggeledahan terhadap 12 kantor dinas di lingkungan KBB," ujar Karyoto selaku Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK.

Karyoto mengatakan, dugaan gratifikasi itu, terungkap setelah dilakukan penahanan tersangka Aa Umbara Sutisna terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid - 19 pada Dinsos KBB tahun 2020.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima KejakimpolNews.com, bahwa beberapa orang ASN yang terkait kasus yang melilit Aa Umbara Sutisna itu, Senin (19/4/2021) akan dipanggilan oleh penyidik KPK untuk dimintakan keterangannya di Polres Cimahi.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
KPK Menyangkal Ada Petugas KPK Meminta Uang Kepada Wali Kota Cimahi
Sekpri Bupati 5 PNS KBB dan 3 Swasta Diperiksa KPK
Pengemudi Sedan Mewah Terobos Busway itu Akhirnya Diamankan di Polda Metro Jaya
Spesialis Pembobol Toko Di Sumedang Terpaksa Didor
Virtual Police Peringatkan 336 Akun Medsos