Sidang Lanjutan Merek Dagang

Tiga Saksi Yakinkan Hakim dan JPU, Terdakwa Gunakan Merek Tanpa Hak Kasur Busa Royal Foam

foto

Maman Suparman

PENGADILAN Negeri Banjar kembali menggelar sidang secara virtual kasus pemalsuan merek dagang kasur busa Royal Foam. Sementara Jaksa Penuntut Umum bersidang di Gedung Kejari Banjar.

BANJAR,- KejakimpolNews.com - Sidang penggunaan merek dagang tanpa hak kasur busa Royal Foam dengan  terdakwa Tedi Setiadi (63) Warga Jln.Kantor Pos 245 Jadimulya, Banjar kembali dilanjutkan Rabu (21/7/2021) dengan agenda pemeriksaan sejumlah saksi.

Seperti sidang sebelumnya, kali inipun sidang berlanjut secara virtual di Pengadilan Negeri Banjar yang hadir hanya majelis hakim yang diketuai Jan Oktavianus,S.H.,M.H., sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fajar Muttaqien,S.H., bersidang di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari ) Banjar dan terdakwa di rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan Banjar.

Saksi pertama yang memberi keterangan adalah Imman Soerachman. Di atas sumpah, saksi Imman Soerahchman selaku Regional Sales Manajer PT.Royal Abadi Sejahtera mengaku dirinya mendapat informasi bahwa terdakwa Tedi telah menjual kasus busa merek Royal Foam di Kebumen Jateng.

Iapun melakukan pengecekan. Hasilnya, ternyata kasur busa ukuran 160 cm x 200 cm x 20 cm dengan memakai privat label Royal Foam itu ketika diperiksa isinya bukan produk PT.Royal Abadi Sejahtera selaku pemegang hak atas merek Royal Foam, melainkan kasur busa merek Bestma.

Imman yakin, pemakaian barang dengan label Royal Foam ini jelas sekali dipalsukannya. Saat kasur busa palsu diperiksa, pada kasur busanya tidak ada tato yang bertuliskan Royal Foam yang biasanya dipasang di pinggir tepatnya di tengah ketebalan kasur busa.

Menjawab pertanyaan JPU dan majelis hakim, Royal Foam yang asli kata Imman berbeda dengan tiruan. Ia menyebut kasur busa merek Bestma menggunakan merek Royal Foam, di antaranya menggunakan karton sudut dan kartu garansi merek Bestma. pun yang palsu tidak menyertakan kartu garansi resmi yang dikeluarkan PT Royal Abadi Sejahtera.

Saksi Imman mengungkap, ia mendapatkan kasur busa Royal Foam palsu itu atas laporan dari saksi Mira Sulistiowati. Saat ditelusuri saksi Mira memperolehnya dari i Dedi Junaedi pemilik Toko Putra Laksana, Saksi Dedi mengaku memperolehnya dari Jaenudin alias Ajay pemilik Toko Laksana, sedangkan Jaenudin mendapatkan kasur busa tersebut dari terdakwa Tedi Setiadi.

Dan ternyata terdakwal Tedi yang memproduksi kasur busa tersebut dengan menggunakan merek Royal Foam. Produksi kasur busa Royal Foam palsu tersebut dilakukan di Lingkungan Cimenyan Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar.

JPU juga menyebut, terdakwa bukan hanya menjual kepada Jaenudin saja melainkan juga kepada saksi Dwi Juni Purnomo pemilik Toko Amanah di Pasar Wonokriyo Jateng.  Dari toko tersebut, ditemukan sejumlah kasur produk lain namun memakai abel Royal Foam.

Adapun kasur busa yang memakai label Royal Foam itu antara lain berasal dari merek Grandia, excotix dan Bestma. Puluhan kasur Royal Foam palsu tersebut disita untuk dijadikan barang bukti.

Saksi kedua Marcus Tejasukmana menyatakan, pemalsuan ini sudah jelas dibuktikan melalui tujuh kali pengetesan. Hasilnya, kasur busa dengan dilabeli merek Royal Foam tersebut telah diperiksa di laboratorium Kriminalistik Bareskrim Polri dengan memeriksa kasur busa Bestma dan Grandia dibandingklan dengan kasur busa merek asli Royalioam.

Hasilnya, merek Grandia dan Bestma tidak identik denganproduk Royal Foam. Saksi ketiga Agus Rohman semakin memperkuat perbuatan hukum yang dilakukan terdakwa Tedi.

Agus pun melihat dengan jelas beberapa ciri dari Royal Foam, yang dipalsukan dengan menempelkan merek Royal Foam pada kasur busa merek lainnya yang kualitasnya lebih jelek.  Ada enam saksi yang diperiksa hari iotu, untuk memeriksa kesaksikan lainnya, sidang ditunda sepekan mendatang.**

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Saling Senggol Pada Gelaran Kuda Renggong Berujung Maut
Dijadikan Tersangka Korupsi, Mantan Camat di Sukabumi Ajukan Praperadilan
Sat Reskrim Polres Cirebon Kota Ungkap Modus Baru Penyelundupan Belasan Motor Kredit
Korupsi Rp52,6 Miliar, Kejati Jabar Tangkap RDC Mantan Manajer PT Posfin
4 Pria Penumpang Jeep Berbekal Senjata Api Nekad Merampok di Siang Bolong