Bersama Tiga Pejabat Lainnya

Alex Noerdin Eks Gubernur Sumsel Ditahan Usai Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp426 Miliar

foto

Foto: ngopibareng.id/istimewa

MANTAN Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin tangannya diborgol dan dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara setelah ditetapkan jadi tersangka korupsi oleh penyidik Kejaksaan Agung RI.

JAKARTA, KejakimpolNews.com - Mantan Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Alex Noerdin dijebloskan ke sel Rumah Tahanan Negara (Rutan), setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan dirinya menjadi tersangka korupsi yang merugikan negara US$30 juta atau sekitar Rp426,4 miliar/

Uang yang dikorupnya berasal dari hasil penerimaan penjualan gas dikurangi biaya operasional selama kurun waktu 2010-2019. Jumlah uang yang dikorupsi yang dilakukan Alex Noerdin ini berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan Negara pada perkara tindak pidana dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi Sumatra Selatan (PDPDE Sumsel).

Tidak hanya Alex, mantan Komisaris PDPDE Sumatra Selatan Muddai Madang juga dijadikan tersangka. Kedua orang ini ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan Kamis (16/9/2021) sejak pukul 09.00 WIB, untuk selanjutnya langsung ditahan.

Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer mengatakan, tim penyidik meningkatkan status tersangka AN (Alex Noerdin) dan MM (Muddai Madang setelah dikeluarkannya surat perintah penyidikan Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus.

Di tempat yang sama, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Supardi menambahkan, kedua tersangka itu tidak ditahan dalam satu Rutan melainkan terpisah agar tidak saling mempengaruhi dan mempersulit penyidik Kejagung dalam upaya mengungkap korupsi di PDPDE.

Sebelumnya CISS dan AYH

Sebelum Alex Noerdin dan Muddai Madang, Rabu (15/9/2021) Kejagung juga menetapkan dua tersangka lainnya yang juga diduga terlibat korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatra Selatan pada periode 2010-2019.

"Kedua tersangka yaitu CISS dan AYH,” kata Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer dalam keterangannya, Rabu (8/9/2021). Penetapan CISS sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP- 22/F.2/Fd.2/09/2021 tanggal 08 September 2021.

Masoh kata Leonard, CISS adalah Direktur Utama PDPDE Sumsel sejak 2008. Sedangkan AYH ditetapkan tersangka berdasarkan surat nomor: TAP- 23/F.2/Fd.2/09/2021 08 September 2021.

Tersangka AYH juga menjabat Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa sejak 2009 sekaligus merangkap Direktur PT PDPDE Gas sejak 2009 dan Direktur Utama PDPDE Sumsel sejak 2014.

Setelah Kejakgung menetapkan CISS dan AYH sebagai tersangka. Keduanya ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Sedangkan AYH ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk jangka waktu 20 hari terhitung sejak tanggal 8 September 2021 sampai dengan 27 September 2021.

Kedua tersangka ini dijerat dengan pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain itu, juga ditambah Pasal 3 Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Perubahan Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Mengaku Sedang Isoman, Azis Syamsudin Mohon Izin Tak Hadir di KPK
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Tambahan Dalam KasusTerbakarnya Lapas Tangerang
Irjen.Pol.Napoleon dan 4 Tahanan Dijadikan Tersangka Penganiaya Kece
Polres Serang Amankan 2,8 Kilogram Ganja Dari 7 Tersangka
Anak Mantu Penyanyi Lawas Nia Daniaty Diduga Tipu CPNS dan Raup Uang Rp9,7 Miliar