Irjen.Pol.Napoleon dan 4 Tahanan Dijadikan Tersangka Penganiaya Kece

foto

istimewa

IRJEN Pol. Napoleon Bonaporte (kiri) bersama 4 teahanan lainnya ditetapkan jadi tersangka penganiaya Muhammad Kece (kanan)

JAKARTA, KejakimpolNews.com - Penganiayaan terhadap tersangka penista agama (Islam) Muhammad Kece alias Kace alias Muhammad Kosman berjumlah lima orang. Bukan saja Irjen.pol.Napoleon Bonaparte, juga ada empat lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka yang diduga turut menganiaya Youtuber Kece.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol. Agus Andrianto membenarkan ditetapkannya Irjen Napoleon dan empat lainnya sebgai tersangka atas kasus pemnganiayaan Kece di sel tahanan Bareskrim Polri.

"Berdasarkan hasil gelar perkaranya demikian (Irjen Napoleon Bonaparte berstatus tersangka)," kata Agus saat dikonfirmasi, Rabu (29/9/2021) seperti dikutip dari PMJNews.com.

Melalui gelar perkara, Napoleon dan lainnya akan dikenakan Pasal 170 juncto Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dan Pengeroyokan dengan ancaman hukuman lima tahun enam bulan penjara.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, Muhammad Kece alias Kace alias Muhammad Kosman ditahan di Rumah Tahananan (Rutan) Bareskrim Mabers Polri dengan status tersangka penistaan agama melalui konten YouTube yang diunggahnya.

Pada 26 Agustus 2021 lalu, Kece melapor katanya telah dianiaya oleh Irjen.Pol. Napoleon Bonaparte dkk. Dalam laporannya, Napoleon dan kawan-kawan tidak hanya menganiaya dengan pemukulan terhadap Kece, tetapi juga melumuri wajah dan tubuh Kece dengan kotoran manusia.

Untuk aksinya ini, Bareskrim Polri telah menetapkan Irjen Napoleon Bonaparte sebagai tersangka atas kasus penganiayaan terhadap youtuber Muhammad Kece. Selain Napoleon, ada 4 tahanan lain juga terseret dalam kasus ini. Hal ini dsipertegas lagi oleh Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, saat dikonfirmasi, Rabu (29/9/2021).

Andi menegaskan, penyidik sudah menetapkan lima orang tersangka. Adapun keempat tahanan yang turut menjadi tersangka masing-masi tahanan kasus uang palsu berinisial DH, tahanan kasus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) berinisial DW, tahanan kasus perlindungan konsumen, HP, serta tahanan kasus penipuan dan penggelapan, H alias C alias RT.

Andi melanjutkan, penyidik tidak memiliki kapasitas terkait dengan penetapan tersangka petugas rutan Bareskrim Polri. Ia menyebut kewenangan penyidikan berada di tangan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

"Itu semua ditangani Propam," terangnya. Sebelum menetapkan tersangka pengniayaan, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 18 orang saksi, yang terdiri dari pelapor dan terlapor (Irjen Napoleon Bonaparte), empat petugas jaga tahanan, dua saksi ahli dan penghuni rutan.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Eks Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman Bebas dari Penjara