Advokat Dr.Nanang Solihin,S.H.,M.H.

Pembunuh Guru Ngaji di Bogor Bisa Dihukum Mati

foto

Istimewa

Korban pembunuhan Athiqotul Mahya alias Bunda Maya (kiri). Karyo si pembunuh sadis setelah diringkus polisi (tengah) didampingi Kapolsek Cibinong AKP I Kadek Vemil (kanan).

BOGOR, kejakimpolnews.com.- Pembunuh sadis guru ngaji di Bogor, bisa dihukum mati dengan menerapkan pasal 340 KUH Pidana (pembunuhan terencana). Tapi itu semua tergantung polisi/penyidik yang harus mencari fakta dan mampu membuktikannya.

Pasal 340 bisa diterapan jika dilihat dari kronologis, yang dikuatkan dengan keterangan saksi-saksi dan barang bukti lainnya serta keterangan tersangka Karyo (39) sebagai petunjuk, yang tega menghabisi Athiqotul Mahya alias Bunda Maya (28), sepertinya unsur "rencana" membunuh terpenuhi sesuai pasal 340 KUH Pidana yang ancaman hukuman maksimalnya, hukuman mati.

Pendapat tersebut dikemukan advokat Dr.Nanang Solihin,S.H.,M.H, Kamis (5/11) ketika diminta pendapatnya tentang pembunuhan guru ngaji di Bogor.

Seperti telah dimuat di media massa, Bunda Maya (28), guru ngaji di Bogor ditemukan jadi mayat di dalam sumur yang permukaannya tertutup beton. Ternyata guru ngaji ini dibunuh oleh Karyo (39), motifnya, Karyo sakit hati ditagih utang Rp1 juta oleh ibu muda dua anak tersebut.

Istri Karyo adalah pembantu rumah tangga pada keluarga Bunda Maya. Karena sudah saling mengenal, Karyo meminjam uang Rp1 juta pada majikan istrinya. Janjinya sebentar, namun meleset dan setiap ditagih selalu bilang belum ada.

Jengkel ditagih terus, pria yang sehari-hari jadi sopir tembak itu merasa sakit hati. Bahkan semakin kesal pada Bunda Maya setelah istrinya tahu dia berutang.

Karyo yang bertetangga dengan korban di kampung dan Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor itupun akhirnya nekat.

Minggu 1 November itu ada acara Maulud Nabi Muhammad SAW di musala kampungnya. Bunda Maya dan M. Kurniawan suaminya ikut menghadiri. Namun Bunda Maya pulang duluan sekira pkl.21.30. Sementara itu Karyo melihat Bunda Maya pulang, diam-diam menyelinap masuk ke dapur rumah korban melalui jendela.

Seperti dikemukakan kepada Kapolsek Cibinong, AKP I Kadek Vemil, saat melihat korban ada di dapur langsung dipukul dengan tangan kosong berkali-kali hingga giginya rontok. Dalam keadaan sekarat, tubuh guru ngaji itu ia cemplungkan ke dalam sumur.

Sementara itu Kurniawan suaminya saat pulang pkl. 23.30 kaget melihat istrinya tiada. Sampai dua hari baru ditemukan oleh tetangganya bahes Bunda Maya ada di dalam sumur dan telsh membusuk.

Tak lama kemudian Karyo ditangkap. Kini lelaki bertubuh gempal ini tengah diperiksa. Warga Kampung Ciriung banyak yang marah tetangganya dibunuh dengan sadis. Mereka berharap Karyo dihukum mati.

Advokat Dr. Nanang Solihin,S.H.,M.H., menyatakan, bisa saja dihukum mati asal unsur pembunuhan terencana dalam pasal 340 KUH Pidana terpenuhi.

"Namun karena cara membunuhnya dengan tangan kosong, dan dia tidak membawa alat dari rumah, sepertinya unsur 'rencana' sangat sumir," kata Nanang. Dia memprediksi, paling kuat dikenakan pasal 338 KUHP yakni sengaja menghilangkan nyawa, ancaman hukumnya maksimal 15 tahun penjara.

"Jika penyidik masih sulit, maka paling mudah adalah menjerat dengan pasal 351 ayat (3) KUHP yakni penganiyaan berat, jika sampai mati maksimal hukumannya 7 tahun atau pasal 355 ayat (2) penganiayaan berat dengan rencana hingga meninggal dunia, maksimal hukuman 15 tahun penjara," kata Nanang mengakhiri keterangannya.

Editor: Maman Suparman.

Bagikan melalui
Berita Lainnya