Malu-Maluin Euy

Guru Kencing Berdiri, Murid Berserah Diri

foto

Ist/pr

Ilustrasi

Oleh KANG MAMAN

GURU kencing berdiri murid kencing berlari. Begitu kata peribahasa. Perilaku seorang murid akan tergantung gurunya juga. Jika anak dididik sopan santun oleh gurunya, maka ke depan si anak akan menjadi anak yang juga santuy.

Nah jika guru yang ini mah lain lagi, bukan kencing berdiri bukan kencing sambil berlari, tapi guru "kencingi" muridnya.

Lho kok bisa? Ya bisa atuh. Bukti dan faktanya ada di Soreang Kabupaten Bandung.

Adalah EP (36). Guru cunihin sebuah madrasah di Soreang ini memang pikasebeleun, sudah berumah tangga tapi matanya masih jelalatan pada wanita lain.

Masih mending kalau yang diincarnya itu wanita dewasa gadis atawa janda yang lelengohan alias single yang mau dijadikan istri kedua, ini mah muridnya sendiri.

Edunnya, si murid -- sebut saja Melati -- mau saja meladeni. Bahkan selama empat tahun dijadikan "pelampiasan" EP. Melati bilang karena ia dipaksa, sementara EP berdalih suka sama suka.

Empat tahun yang lalu awalnya mah. Melati saat itu masih duduk di bangku kelas VIII sebuah madrasah tsanawiyah di Soreang. Biasa bocah zaman milenial tea selain belajar, tapi gadget mah sudah jadi menu utama.

Lewat gadget dia jadi banyak ngobrol banyak ngerumpi dan juga banyak menghimpun balad dan teman baru baik via WA, IG, FB dan sejenisnya.

Suatu hari ada akun minta konfirmasi ingin berteman, ngakunya bernama Rizki Hamdan. Melati ngerespon. Dan sejak itulah Rizki dan Melati sering chating saling sapa saling goda dan selanjutnya Rizki Handam minta foto diri Melati. Melati pun segera penuhi permintaan kenalan barunya. Dan yang ia kirim adalah foto diri tanpa hijab.

EP tersenyum, ia tahu Melati di sekolahnya wajib berhijab kalau kedapatan tak berhijab pasti akan diout.

Dengan foto tanoa hijab inilah Rizki Hamdan mulai pasang jerat. Pertama minta Melati kirim foto vulgar. "Kalau ga kirim, foto tanpa jilbabmu akan kukirim ke sekolah," kata Rizki mengancam.

Melati ketakutan, mulanya menolak tapi karena Rizki terus mengancam, akhirnya dia menurut juga. Tapi ibarat pepatah, dikasih hati minta jantung. Dikasih foto minta bobo. Nah jerat kedua inilah Rizki minta Melati mau diajak bobo. Tentu saja Melati menolak, dipikir lebih baik putus saja hubungan.

Apa yang terjadi? Rizki Hamdan buka topengnya, ternyata pemilik akun ita dalah EP gurunya sendiri. Melati shok dan makin takut, menolak bobo berarti dari sekolah ia di DO, akhirnya gadis yang masih bocah itu pasrah sumerah digedabah oleh guru madrasah. Setelah pertama didapat mah, untuk selanjutnyah mudah sajah.

Dan memang begitulah yang terjadi. Sejak Melati duduk di kelas VIII di madrasah tsanawiyah sampai kelas XII di Madrasah Aliyah sekolah yang sama, 4 tahun lamanya EP dan Melati sudah seperti suami istri main bobo-biboan beduaan.

Belakangan muncul prahara. Entah bosan, entah mulai sadar, entah karena takut kebablasan maklum dia mah perempuan, akhirnya Melati buka suara kepada orang tuanya apa yang sebenarnya terjadi dengan gurunya.

Ayahnya marah, iapun melapor ke Polresta Bandung. Tak menunggu lama, Mei lalu EP diringkus dan ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Berita terakhir konon katanya mah EP sudah diadili di Pegadilan Negeri Bale Bandung, ancaman hukumannya mah berat juga, karena korban masih di bawah umur, EP dijerat Pasal 81 ayat (3) dan atau Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya minimal 5 tahun sampai 15 tahun.**

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Bibi Seperti Surabi, Alo Berasa Bakso
Dengan Tetangga Kok Gitu?
Katanya Obat Corona Padahal Anunya