Malu-Maluin Euy!

Antara Perawat, ART, dan Ponakan

foto

pixabay ilustrasi

Ilustrasi

Oleh KANG MAMAN

ORANG menyebutnya ustad, bahasa kitanya mah guru. Namanya untuk orang Kampung Lontar, Desa Kalibaru, Kec. Paku Haji, Kota Tangerang mah cukup dikenal, Bahkan kini namanya kian terkenal. terkenal bukan karena pandai berdakwah seperti Ustad Abdul Somad atau mengajar ngaji tetapi terkenal karena laksi mesumnya.

Itulah lelaki paruh baya berinisial AS ini. Mungkin ustad ini cuma topengnya doang, isi otaknya dan “perkakas” miliknya mah persis seperti kayak preman jalanan. Buktinya, akibat ulah mesumnya, nama baik korps ustad jadi ternoda. Masa ia ada ustad menggerayangi tiga wanita muda yang bukan istri sahnya kan lieur kata urang Garut mah.

Diawali ketika suatu hari Jumat 29 Juanuari 2021 lalu anak AS sakit kejang-kejang. Istri AS berinsiatif memanggil CS tetangganya. CS adalah seorang perempuan muda yang dulu pernah bekerja sebagai perawat sebuah rumah sakit. Istri Pak Ustad sangat percaya pisan kepada CS teh, namanya juga perawat orang sakit pasti tahu cara menangani orang sakit.

Singkat cerita Cs pun mulai merawat anak Pak Ustad dengan baik, sebagaimana layaknya merawat orang sakit di rumah sakit. Dari pagi CS terus mendampingi, melayani, ngasih makan, dan ngasih obat sebagaimana layaknya perawat. Menjelang sore ia mina izin pulang. Tapi istri Ustad melarang, ia khawatir penyakit kejang anaknya kambuh lagi. CS diminta untuk menginap.

Yah... karena dasar kemanusiaan yang adil dan beradab sebagaimana tertera dalam salah satu butir Panca Sila, Cs pun mengalah dan memilih tidur di rumah Ustad tersebut. Pagi harinya saat mau pulang, ia bertemu ustad AS. Si ustad ini mengajak CS untuk ngobrol katanya sebentar sambil memanggil agar CS masuk ke kamarnya.

CS tidak curiga, wong namanya juga ustad, pasti akan memberi sedikit tausiah kepadanya. CS pun masuk ke kamar Pak Ustad, kebetulan hari itu istri ustad gak kelihatan, mungkin sedang ke luar rumah. Di kamar, AS baru tampak tabiat aslinya. Sebutan ustad cuma topengnya doang padahal yang sebenernya mah preman mesum.

Tanpa ba-bi-bu tanpa basa-basi, CS pun langsung dipeluk dan diremas-remas dadanya. AS tak peduli CS ini sudah bersuami, ia pun tak peduli gunung kembar CS ini tak sembarang orang bisa mendaki kecuali suaminya. AS bagai preman mabuk ciu satu jerigen, terus menggerayangi tuibuh CS.

Si perawat CS ini berontak, ia pun berhasil meloloskan diri dari dekapan serigala berbulu domba atau musang berbulu ayam ini. Ia langsung pulang dan mengadu kepada suaminya. Sang suami marahnya bukan main, kok ada orang nekad mengacak-acak istrinya. Siapa yang rela sawah sekotak atau gunung kembar yang hanya boleh disentuh suami kini dipegang orang lain.

Sebelum bertindak, suami CS pun cek ricek. Ia kumpulkan data. Ternyata kelakuan oknum ustad AS ini bukan saja kepada istrinya tetapi juga kepada dua asisten rumah tangga (ART) nya, JN dan IS. Bahkan IS bukan saja statsusnya ART, melainkan juga masih keponakannya.

JN mengakui, ia pun pernah dilecehin AS. Saat disuruh ngerok punggung ustad yang katanya masuk angin. Eeeehhh... saat JN ngerok, tangan AS ngopepang menggerayangi tubuh kesana kemari hingga hinggap di paha JN. ART JN berontak, tapi ustad ini makin beringas terus memeluk sambil berbisik menawarkan uang Rp300.00 asal mau dinganu alias ditaeun.

Dikiranya ART itu mudah dibujuk dengan uang, Harga diri di atas segalanya. JN berontak dan menendang anunya ustad hingga meringis. Setelah itu JN kabur ke rumahnya. Begitu juga IS, ART yang juga keponakan ustad AS, iapun mengaku saat di di dapur dipeluk dari belakang dan gunung kembarnya didekap tangan kasar ustad AS.

IS berontak, tapi Ustad AS terus mendekap sambil berbisik merayu, “Gak apa-apalah ‘kan namanya juga ponakan, harus nurut,” katanya. Tapi IS makin menggila, IS meronta dan ia berhasil keluar dari pelukan AS.

Setelah yakin ada tiga orang jadi korban dan mereka mengaku jujur dan berani bersumpah di atas al Quran. Suami CS pun kemudian melapor ke Komnas Perlindungan Perempuan dan Polres Tangerang Kota dengan nomor laporan polisi LP/B/123/ll/2021/PMJ/restro. Kini kasusnya sedang ditangani aparat Polres Tangerang Kota. Dan kemungkinan AS akan dijherat dengan pasal 289 KUH Pidana yakni perbuatan cabul ancaman hukuman 9 tahun penjara.**

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Cinta Palsu Dibayar Uang Palsu
Anak Sendiri Dimakan
Anak Kandung Dikandungi