Medsos Ungkap Soal Ranjang

foto

Ist/detik

Inilah Boy (bukan nama sebenarnya) terekam CCTV usai memperkosa seorang gadis

SIAPA bilang media sosial atau medsos berdampak jelek? Ada juga positifnya lho! Buktinya gara-gara medsos, suatu kasus perkosaan yang telah terjadi setahun lalu berhasil diungkap polisi. Itulah hebatnya medsos.

Ceritanya begini gaes, bro, and sis. Diawali ketika seorang remaja sebut saja namanya Boy (19). Si ceking warga Jln Swadaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan itu suatu hari lewat ke rumah seseorang di kawasan Bintaro. Rumah siapa, Boy sendiri gak jelas dan tak kenal pemiliknya.

Boy bukan tertarik pada rumahnya, bukan juga pada pemiliknya tapi matanya tertuju ke blower AC di rumah itu, sepertinya mudah sekali jika diambil. Lumayan bisa jadi uang.

Maka diaturlah waktunya. Suatu subuh dia berangkat lagi ke Bintaro ke rumah target. Dengan nyali tinggi plus modal nekat, ia berhasil masuk ke rumah yang ternyata sepi, penghuninya hanya seorang gadis sebut saja namanya Nelis.

Subuh itu, Boy mengendap-endap mau copot blower AC. Tapi pas matanya melihat ke kamar, ada pemandangan di atas ranjang. Pemandangan inilah yang mendadak pikirannya berubah. AC yang ada dalam otaknya mendadak hilang sebab ada orang sedang telentang di ranjang. Ini jelas pembeda.

Jika AC bikin suasana adem dan sejuk, tapi yang di ranjang ini mah sebaliknya? Yang ini mah bikin otak jadi panas, darah mendidih dan tenggorokan glek. Apalagi yang telentang itu seolah menantang ingin diterjang dan digoyang.

Padahal bukan menantang bukan hayang diserang wong namanya juga orang tidur, lupa diri lupa segalanya.

Mungkin jika selimut tersingkap, daster terangkat, atau "segi tiga bermuda" alias segi tiga berenda terlihat isinya, itu mah bukan kehendaknya, namun karena tidurnya saja yang nyenyak.

Tapi bagi Boy mah sanes bin lain,  justru inilah yang membuat dia berubah pikiran. AC incarannya ia lupakan, sasaran beralih ke si nona yang telentang seenaknya.

Tanpa pikir panjang, Boy pun mendekat. Agar tak berisik dan berteriak, si cewek yang tengah tidur lelap itu dipukul dengan sepotong besi. Jelas saja si Nelis kesakitan bahkan pingsan.

Nah dalam keadaan tak berdaya itulah si Boy dengan leluasa mengacak-acak isi "segi tiga bermuda " milik Nelis. Setelah puas Boy ngacir meninggalkan Nelis seorang diri sambil mengambil hape si cewek.

Bagaimana dengan Nelis? Begitu siuman si gadis sadar apa yang telah terjadi. Nelis sedih, dan marah. Dia bingung siapa lelaki yang kurang ajar yang tega menjarah "sawah" miliknya itu?

Sayang tak ada jejak tak ada bukti. Semua bablas hewes-hewes terbawa angin. Nelis cuma bisa menangis.

Hari berganti bulan berubah. Setahun sudah Nelis melacak jejak si lelaki koplak, tapi kehilangan jejak. Akhirnya ia putus asa lalu curhat di instagram (IG) androidnya tentang pengalaman 13 Agustus 2019 tahun lalu terhadap dirinya.

Ternyata curhat di IG itu mendapat respon. Salah satunya adalah Boy. Betul kata peribahasa, tak ada kejahatan yang sempurna. Begitu juga dengan Boy, dasar harus kebuka topengnya, Boy bikin direct massage kepada Nelis disertai teror ancaman.

Pucuk dicinta ulam tiba, padahal niat Nelis nulis di IG itu cuma curhat doang ternyata jadi "jebakan" dan hasilnya ruarrrr biasa, pelakunya mendadak nongol, orang Bogor bilang seperti serah bongkokan alias menyerahkan diri.

Nelispun segera lapor ke Polres Metro Tangsel. Polisipun berhasil melacak jejak Boy di IG. Dan akhirnya Boy diringkus di rumahnya pada Sabtu (8/8) malam tahun 2020. Persis setahun baru terungkap. Medsos bawa celaka buat Boy, tapi buat Nelis mah bikin lega. Gara-gara medsos urusan ranjang terungkap.**

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Guru Kencing Berdiri, Murid Berserah Diri
Bibi Seperti Surabi, Alo Berasa Bakso
Dengan Tetangga Kok Gitu?
Katanya Obat Corona Padahal Anunya