Sidang Korupsi RTH

Terdakwa Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet Dituntut 6 dan 4 Tahun Penjara

foto

Yuyun Umar Tanu

Terdakwa Tomtom Dabbul Qomar dituntut 6 tahun penjara (kiri atas). Kadar Slamet dituntut 4 tahun penjara (kanan atas). Jaksa penuntut umum dengan setumpuk berkas tuntutannya yang dibacakan pada sidang yang berlangsung sampai malam hari.

BANDUNG, kejakimpolnews.com,- Mantan Anggota DPRD Kota Bandung Tomtom Dabbul Qomar dituntut 6 tahun penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (19/10/2020) malam. Hingga berita ini diturunkan sekira pukul 21.30, sidang untuk terdakwa Herry Nurhayat masih berlanjut.

Selain hukuman penjara, terdakwa Tomtom juga dikenakan membayar uang pengganti sebesar Rp 7.1 miliar. Kedua terdakwa (Tomtom dan Kadar) dinilai jaksa KPK terbukti melanggar pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi sebagai mana didakwakan dalam dakwaan alternatif kedua.

Dalam sidang tersebut, juga mantan anggota DPRD Kota Bandung lainnya yakni Kadar Slamet dituntut 4 tahun penjara. Iapun diwajibkan membayar uang pengganti Rp5,8 miliar. Tuntutan Kadar lebih rendah dari terdakwa Tomtom karena KPK mengabulkan permohonan Penasehat Hukum Kadar Slamet, Rizky Rizgantara yang mengajukan Kadar sebagai justice collaborator atas nama kliennya.

Dalam sidang tuntutan tersebut, lima jaksa KPK membacakan tuntutan secara bergantian terhadap dua terdakwa tersebut. Amar tuntutan setebal 1.704 halaman tersebut tidak dibacakan semua namun pembacaan tuntutan tersebut membutuhkan waktu hampir 4 jam.


Tim jaksa KPK diketuai Khaerudin, sebelum membacakan tuntutan terlebih dahulu mempertimbangkan hal yang meringankan dan hal yang memberatkan. Hal yang memberatkan keduanya tidak mendukung program pemerintah tentang pemberantasan korupsi. Kemudian Tomtom dinilai berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatan, sedangkan Kadar Slamet sudah pernah dihukum.

Sedangkan hal yang meringankan khusus untuk Kadar Slamet adalah karena dia menjadi justice collabolator dan membuka terus terang sehingga tidak menyulitkan penyidik KPK. Hal lain yang meringankan karena Kadar Slamet juga telah mengembalikan kerugian negara.
Penasihat hukum Kadar Slamet, Rizky Rizgantara usai sidang menyatakan mengapresiasi penuntut umum KPK karena telah jeli dan objektif dalam menilai persidangan.

“Permohonan kliennya menjadi JC juga dikabulkan. Memang klien kami memenuhi kriteria sebagaimana yang telah dibacakan jaksa KPK dalam tuntutan tadi tentu saja kami apresiasi,” ujar Rizky Rizgantara kepada wartawan usai sidang.

Rizky pun menyatakan akan membuat nota pembelaan dan berharap dalam putusan nanti tidak jauh berbeda dengan tuntutan jaksa KPK karena pihaknya juga mengajuka justice collaborator kepada majelis hakim yang dipimpin T. Beny Eko Supriadi.

Sementara itu dalam uraiannya jaksa KPK menyebutkan, Tomtom Dabul Qomar bersama Kadar Slamet dan Herry Nurhayat telah melakukan atau turut melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan berlanjut secara melawan hukum.

Adapun perbuatan para terdakwa dilakukan dengan cara memerintah secara tertulis kepada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bandung untuk menambah nilai alokasi anggaran dalam APBD Kota Bandung TA 2012, tanpa didukung dengan hasil survei atas rencana besar luasan dan nilai lahan yang akan dibebaskan, menyetujuinya, dan meminta keuntungan dalam pelaksanaanya, serta tidak menetapkan besaran ganti rugi lahan secara langsung antara Pemkot Bandung dan pemilik lahan.

Perbuatan para terdakwa telah memperkaya diri sendiri dan orang lain yang menyebabkan negara mengalami kerugian Rp 69 miliar lebih berdasarkan hasil perhitungan dan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dari total anggaran sebesar Rp 115 miliar lebih. Dengan rincian Tomtom Dabbul Qomar Rp 7.1 miliar, Kadar Slamet Rp 5,8 miliar, Herry Nurhayat Rp 8 miliar, Dadang Suganda Rp 34 miliar, Lia Nurhambali Rp 175 juta, Riantono Rp 175 juta dan lain lain hingga total seluruhnya RP 69 miliar.

Editor: Manner Tampubolon

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Jerinx Superman Is Dead Divonis 14 Bulan Penjara
Wartawan Kecewa Hakim Melarang Mengambil Foto di Persidangan
Penasihat Hukum Minta Majelis Hakim Bebaskan Terdakwa Dadang Suganda
Herry Nurhayat Dikembalikan Lagi ke Lapas Sukamiskin
Korupsi RTH: Dada Rosada, Oded, dan Erwan jadi Saksi