Tomtom 6 Tahun, Kadar 4 Tahun

Herry Nurhayat Dituntut Hukuman 4 Tahun Penjara

foto

Yuyun Umar Tanu

JPU KPK Haerudin tengah membacakan tuntutannya secara berturut-turut. Untuk terdakwa Kadar Slamet (kanan atas) 4 tahun penjara, Tomtom Dabbul Qomar 6 tahun penjara (kiri bawah) dan Herry Nurhayat 4 tahun penjara (kanan bawah)

BANDUNG, kejakimpolnews.com,- Herry Nurhayat, mantan Kepala DPKAD Kota Bandung dituntut hukuman 4 tahun penjara. Ia dinyatakan bersalah dalam kasus pengadaan tanah untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang merugikan negara ratusan miliar rupiah.

Sebelumnya, dalam kasus yang sama dua terdakwa mantan anggota DPRD Kota Bandung, Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet dituntut hukuman masing-masing 6 tahun dan 4 tahun penjara.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jln.LLRE Martadinata Bandung Senin (19/10) yang berlangsung hingga larut malam, selain tuntutan hukuman penjara, Herry Nurhayat juga dikenakan denda Rp 150 juta bila tidak dibayar diganti kurungan 2 bulan penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK juga masih menuntut Herry Nurhayat untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 3,5 miliar.

“Terdakwa bersalah melanggar pasal 3 UU Tipikor sebagaimana tercantum dalam dakwaan alternatif. Dan selanjutnya menuntut terdakwa untuk dihukum dengan hukuman selama 4 tahun penjara,” ujar Ketua Tim Jaksa KPK Haerudin di akhir pembacaan tuntutannya yang berlangsung di ruang sidang utama.

JPU KPK mengungkap, Herry Nurhayat bersama Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet telah melakukan atau turut melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan berlanjut secara melawan hukum. 

Hattrick

Bagi Herry Nurhayat, sidang korupsi ini bisa disebut "hattrick" atau untuk yang ketiga kalinya. Pertama terlibat kasus suap dalam operasi tangkap tangan KPK yang menyeret hakim Setiabudi Tejocahyono, Wali Kota Bandung Dada Rosada, Sekda Kota Bandung Edi Siswadi, Toto Hutagalung dan Asep.

Kedua karena tersandung kasus bantuan sosial kepada ormas dan LSM. Dan ini kali ketiga Herry Nurhayat didakwa dalam kasus korupsi RTH Kota Bandung.

Status Herry sendiri masih menjadi narapidana dan kini ditahan di Lapas Sukamiskin dalam dua kasus yang menjeratnya. Jika kasus RTH ini sudah divonis berarti hukuman untuk Herry Nurhayat akan bertambah pula.

Dalam kasus RTH, JPU menyatakan, perbuatan para terdakwa Tomtom dan Kadar selaku anggota DPRD, mereka memerintahkan secara tertulis kepada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bandung untuk menambah nilai alokasi anggaran dalam APBD Kota Bandung TA 2012 untuk pembelian lahan RTH.

Penambahan alokasi ini tanpa didukung dengan  hasil survei atas rencana besar luasan nilai lahan yang akan dibebaskan, serta tidak menetapkan besaran ganti rugi lahan secara langsung antara Pemkot Bandung dan pemilik lahan. 

Perbuatan para terdakwa telah memperkaya diri sendiri dan orang lain yang menyebabkan negara mengalami kerugian Rp69 miliar lebih berdasarkan hasil perhitungan dan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dari total anggaran sebesar Rp115 miliar lebih. 

Untuk kerugian negara, Tomtom, Kadar dan Herry pun dibebani harus membayar ganti rugi keuangan negara yang telah dikorupnya.

JPU KPK memerintahkan, bila para terdakwa tidak membayar ganti rugi maka harta bendanya akan disita.

Dalam dakwaan, Tomtom Dabbul Qomar merugikan negara Rp 7.1 miliar, Kadar Slamet Rp 5,8 miliar, Herry Nurhayat Rp 8 miliar, Dadang Suganda Rp34 miliar, Lia Nurhambali  Rp175 juta, Riantono Rp 175 juta dan lain lain hingga total seluruhnya Rp 69 miliar.

Sidang Herry Nurhayat berlangsung sampai larut malam, sebelumnya sidang untuk Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet berlangsung dari siang hingga sekira pukul 21.00 .

Selanjutnya ketiga terdakwa masih diberi kesempatan untuk membela diri lewat pleidoinya pada sidang berikutnya.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Herry Nurhayat Dikembalikan Lagi ke Lapas Sukamiskin
Penasihat Hukum Minta Majelis Hakim Bebaskan Terdakwa Dadang Suganda
Majelis Hakim Perintahkan Terdakwa Dony Dikeluarkan dari Tahanan
Jerinx Superman Is Dead Divonis 14 Bulan Penjara
Tak Cuma Korupsi, Dadang Pun Didakwa Pencucian Uang