Terdakwa Cetak "Hattrick"

Usai Vonis Penjara 4 Tahun Herry Nurhayat Pulang ke Rumahnya

foto

Dokumen/kjp

Herry Nurhayat (kanan) saat mendengar tuntutan jaksa penuntut umum pada sidang sebelumnya. Berkas tuntutan yang tebal (kiri), membuat sidangnya panjang. Dan akhirnya Herry divonis 4 tahun penjara.

BANDUNG,kejakimpolnews.com .- Mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bandung Herry Nurhayat akhirnya Rabu (4/11) divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jln.LLRE Martadinata Bandung.

Namun berbeda dengan dua terdakwa Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet yang berkasnya satu paket dengan Herry, usai divonis, Herry Nurhayat justru pulang ke rumahnya, sebelumnya Senin (26/10) Tomtom dan Kadar usai divonis balik lagi ke sel tahanan Lapas Sukamiskin.

Beda pula dengan sidang sebelumnya, jika usai sidang tangannya langsung diborgol dan dibawa lagi ke Lapas Sukamiskin, tapi Rabu 4 November itu Herry Nurhayat melenggang keluar dan pergi pulang ke rumah.

Herry bebas pulang ke rumahnya karena memang dalam amar putusan tak ada perintah majelis hakim terdakwa harus ditahan. Aplagi sejak 1 November lalu Herry dilepaskan dari sel Lapas Sukamiskin karena masa tahanannya sudah habis.

Saat itu Humas Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Wasdi Permana menyebutkan masa penahanan Herry sudah habis. Maka Herry harus bebas dari tahanan demi hukum.

Vonis Herry sebenarnya Senin (26/20) lalu, bareng Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet yang sama-sama didakwa mengkorup uang pembelian lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Namun majelis hakim diketuai T. Benny Eko Setiadi hanya sempat memvonis Tomtom dan Kadar, sedangkan vonis Herry ditunda. Sebelum sidang vonis Rabu (4/11) berlangsung, Minggu (1/11) Herry bebas dari tahanan.

Terbukti korupsi

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa Herry Nurhayat terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 3 UU Tipikor sebagaimana tercantum dalam dakwaan alternatif.

Selanjutnya, menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun dan denda 400 juta subsidair 6 bulan kurungan penjara. Putusan majelis hakim itu sama dengan tuntutan Jaksa  KPK dalam sidang yang digelar Senin 19 Oktober 2020.

Yang beda hanya besaran uang pengganti kerugian negara. JPU KPK dalam tuntutannya meminta Herry harus membayar sebesar Rp3,5 miliar sedangkan dalam vonis, Herry Nurhayat harus membayar kerugian negara Rp 1.4 miliar atau diganti dengan kurungan satu tahun penjara.

Majelis Hakim menyatakan, Herry Nurhayat bersama Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet telah melakukan perbuatan melawan hukum dalam pengadaan lahan untuk RTH Terdakwa terbukti menyetujui permintaan penambahan pembelian lahan untuk RTH tanpa didukung dengan hasil survei atas rencana besar luasan dan nilai lahan yang akan dibebaskan.

Dia juga terbukti menyetujuinya, dan meminta keuntungan dalam pelaksanaanya, serta tidak menetapkan besaran ganti rugi lahan secara langsung antara Pemkot Bandung dan pemilik lahan.

Perbuatan terdakwa dan terdakwa lainnya terbukti telah memperkaya diri sendiri dan orang lain yang menyebabkan negara mengalami kerugian Rp 69 miliar. Kerugian ini berdasarkan hasil perhitungan dan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dari total anggaran sebesar Rp 115 miliar lebih.

Rinciannya, Tomtom Dabbul Qomar mendapat Rp7,1 miliar, Kadar Slamet Rp5,8 miliar, Herry Nurhayat Rp 8 miliar, Dadang Suganda Rp 34 miliar, Lia Nurhambali Rp 175 juta, Riantono Rp 175 juta dan lain-lain hingga total seluruhnya Rp 69 miliar.

Dengan vonis ini berarti "hattrick"  bagi Herry  atau vonis kali ketiga dalam kasus korupsi juga. Pertama, kasus suap dalam operasi tangkap tangan KPK yang menyeret hakim Setiabudi Tejocahyono, Wali Kota Bandung Dada Rosada, Sekda Kota Bandung Edi Siswadi, Toto Hutagalung dan Asep.

Kasus kedua Herry Nurhayat juga kembali harus menjadi pesakitan karena tersandung kasus bantuan sosial kepada ormas dan LSM.

Dan kasus terakhir adalah yang saat ini berjalan yakni kasus korupsi RTH. Ikhwal Herry langsung pulang ke rumah setelah divonis, karena putusannya hakim tidak memerintahkan Herry Nurhayat untuk ditahan, hanya menyebutkan divonis 4 tahun penjara.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya