Vonis Eks.Wakil Ketua Kadin

Majelis Hakim Perintahkan Terdakwa Dony Dikeluarkan dari Tahanan

foto

Yayah Rodiah

Suasana sidang di PN Bandung dengan terdakwa Dony Mulyana saat pembacaan tuntutan pada 11 November lalu. Dony tidak hadir di ruang sidang melainkan monitor di Rutan karena sidang berlangsung secara virtual.

BANDUNG,kejakimpolnews.com.- Akhirnya majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung (PN Bandung) memvonis terdakwa eks. Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang CSR Dony Mulyana (50) dengan hukuman penjara 2 tahun dalam masa percobaan 1 tahun.

Dalam sidang di Ruang Sidang 2 PN Bandung Jumat (13/11) itu, Dony juga didenda Rp 50 juta subsider (diganti) kurungan satu bulan. Tambahan, majelis hakim menerintahkan jaksa penuntut umum (JPU) untuk segera mengeluarkan terdakwa dari dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) hari itu juga.

Dengan hukuman percobaan, maka terdakwa yang kini ditahan di Rutan Kebonwaru harus segera dikeluarkan. Sedangkan ketentuan vonisnya, bila dalam kurun waktu satu tahun Dony Mulyana melakukan tindak pidana maka ia langsung dihukum dua tahun.

Pun jika tidak membayar denda, ia dihukum kurungan badan 1 bulan. Putusan majelis hakim diketuai Deni Arsan itu berbeda dengan tuntutan JPU Sukanda yang sebelumnya menuntut 2 tahun penjara dalam sidang Rabu (11/11) lalu. Saat itu JPU menuntut pula denda Rp50 juta subsider kurungan selama 2 bulan.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa Dony Mulyana dinyatakan bersalah sebagaimana dakwaan subsider pasal 27 ayat 3 Undang-undang ITE.

Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa  meresahkan masyarakat, yang meringankan belum pernah dihukum, kooperatif dan memiliki tanggungan keluarga, diberhentikan dari Kadin tidak sesuai AD/ART, serta menyesali perbuatannya.

Terungkap di persidangan bahwa, terdakwa Dony Mulyana selaku Wakil Ketua kadin Jabar Bidang Lingkungan Hidup dan CSR, diberhentikan oleh Ir.H. Tatan Pria Sudjana selaku Ketua Kadin Jabar.

Selanjutnya pada 13 Desember 2019, Dony membuat grup whats app (WA) dengan nama Kadin Jabar menggunakan nomor ponsel pribadinya.

Di grup WA itu, Doni mengundang sebagian nomor yang ada di grup resmi Inbox Kadin Jabar 19-20 ke dalam grup Kadin Jabar yang menurut terdakwa dianggap baik.

Di WA itu terdakwa menulis informasi‎ berupa kata-kata "Lebih gila lagi, memberikan cek kosong ke Kadinda Kota/Kabupaten dengan besaran 250 juta dan Rp 400 jt. Parah. ..parah..". Juga kata-kata "Seorang ketua umum tingkat propinsi yang jatuh pailit" dan kata-kata "Dan terakhir, semua aset kantor dan rumahnya dalam posisi lelang di Bank Jabar".

Tidak hanya itu, terdakwa juga menyebarkannya melalui informasi elektronik pada akun whats app Kadin Jawa Barat sehingga informasi elektronik yang berisi kata-kata itu dapat diakses melalui akun WA Kadin Jabar.

Kalimat yang diposting Dony Mulyana ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu di kalangan lingkungan Kadin Jabar.

Akibat perbuatannya Dony diadukan Ketua Kadin hingga akhirnya divonis. Atas putusan tersebut baik terdakwa Dony Mulyana maupun JPU  mengatakan menerima putusan tersebut.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya