Wabup Kuningan Ridho: Perubahan THB Cabor Mencederai Porprov XIV-2022

foto

H. Wawan Hermawan, Jr

KUNINGAN berharap naik ke peringkat 12 Porprov XIV Jabar dan berharap ada tambahan dari Cabor Atletik.

KUNINGAN, KejakimpolNews.com - Kontingen Kuningan berpeluang naik ke peringkat 12 dari target 10 Besar Porprov XIV Jabar 2022, setelah cabor atletik, angkat berat, panahan berhasil menambah pundi- pundi emas.

Berdasarkan update data perolehan medali, Kabupaten Kuningan sampai hari Kamis (17/11/2022), tercatat 17 emas, 23 perak, 21 perunggu dengan posisi sementara berada di peringkat 16. Posisi itu masih berpeluang untuk naik ke peringkat 12 jika ada penambahan emas dari atletik dan cabor lainnya.

Namun meskipun perolehan medali bertambah, sepertinya sulit menembus 10 besar aeperti yang diperoleh pada Porprov XIV - 2018 di Bogor. Saat itu kontingen Kuningan sukses masuk peringkat 9 dengan raihan 20 medali emas, 20 perak dan 19 perunggu.

Wakil Bupati H.M.Ridho Suganda selaku Ketua Kontingen Kuningan, disela-sela tugasnya Kamis (17/11/ menuturkan, untuk memenuhi target 10 besar memang cukup sulit. Pasalnya peraturan Technical Hand Book (THB) yang ditetapkan KONI Jabar selalu berubah.

Ia mencontohkannya masalah usia atlet yang semula 23 tahun diubah menjadi 35 tahun. Bahkan ada kabupaten/Kota yang 'membeli' atlet Sea Games. Betapa tidak !. Hal ini praktis menciderai olah raga serta 'membunuh' potensi atlet yang dibina dari bawah.

"Bukankah even olah raga ini menjunjung tinggi sportivitas?" tandas mantan atlet Basket Jawa Barat ini.

"Sebagai insan olah raga saya sangat prihatin melihat kondisi Porprov Jabar, yang karut marut ini," imbuh Ridho.

Kuningan sendiri kata wabup, mengandalkan potensi atlet lokal yang dibina secara konsisten. Sementara yang berduit bisa membeli atlet, dengan anggaran fantastisfantastis.

Sementara Ketua KONI Kuningan Drs. H. Enay Sunaryo, menyebutkan, Porprov XIV - 2022 jiga kendala lainnya ternyata banyak cabor baru seperti, cabor 'petang korea', "silat Tailand', cabor Sambo dan sejumlah cabor baru lainnya.

H. Enay Sunaryo didampingi Humas KONI H. Toto Santosa, Rabu (16/11/2022) mengatakan  dari 78 cabor yang di mainkan, Kuningan hanya 25 cabor yang tampil di arena laga.

Sedangkan kontingen lain didukung dengan anggaran yang cukup fantastis. Faktor lain yang berbeda yaitu Pada Porprov XIII 2016 di Bogor, medali yang ditebar sebanyak 700 emas sekarang naik jadi 1.000 emas.

Terkait perolehan medali bagi kontingen yang anggaranya memadai, mereka bisa mencapai target yang di harapkan. Sedangkan Kuningan anggarannya sangat minim, hanya Rp 7 Miliar untuk pembinaan 25 cabor dan operasional KONI.

Menurut bocoran dari sumber yang layak dipercaya dari 27 kabupaten/kota di Jawa barat, anggarannya mencapai puluhan miliar, di antaranya ada yang Rp40 miliar, sampai Rp80 miliar bahkan ada yang Rp100 miliar lebih.

Dengan anggaran sebesar itu sudah dipastikan, mereka bisa membeli atlet untuk memenuhi target. Begitu pun 'tuan rumah' berupaya maksimal meraih prestasi terbaik.

Sementara itu, Kuningan masih berpeluang menambah pundi-pundi emas di antaranya dari Atletik, Angkat berat, Pencak silat, Berkuda, panahan, Biliar, dan cabor lainnya.** (H.Wawan Jr)

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Sepak Bola Putra Kuningan "Angkat Koper" Tim Putri Berpeluang ke Semifinal Porprov XIV Jabar
Terlempar ke Peringkat 17 Kuningan Tetap Optimistis Raih 10 Besar
Garut Memiliki Kolam Renang Bertaraf Internasional
Cabor Loncat Indah Kuningan Raih 2 Emas 2 Perak Sementara Menyodok Peringkat 5
Jabar Hattrick Juara Umum Porwanas, Jadi Pemilik Tetap Piala Presiden