Perjalanan Akhir Sang Wartawan

Wilujeng Angkat Kang DGK

  • Minggu, 4 Juli 2021 | 15:59 WIB
foto

istimewa

ALM. H.DEDDY GUNADI KOMAR

Catatan HARIS SUMADIRIYA

(Wartawan Senior/Dosen UIN SGD)

SANGAT mengejutkan sekaligus mengagetkan. Kata itulah mungkin yang paling tepat untuk melukiskan kepergian kang Deddy Gunadi Komar Minggu hari ini 4 juli 2021.

Saya biasa menyebutnya DGK. Saya mengenal kang DGK sejak 1983 ketika terhitung sejak 1 agustus 1983 saya resmi diangkat sebagai wartawan tetap Bandung Pos.

Setahu saya, terdapat tiga serangkai yang tidak bisa dipisahkan mengenai sejarah perjalanan dan kehidupan DGK di Bandung: Dede Suryana, Iwan Ridwan, dan DGK sendiri. Ada satu nama lagi yang satu angkatan dengan DGK, yakni Kang Yusran Pare. Hanya kang Yusran seingat saya, sejak 1987-88 sudah hijrah ke Grup Kompas.

Saya mengenal kang DGK sebagai sosok pekerja keras, wartawan serbabisa, supel, rendah hati, populis, humanis, ramah, bijak, dan figur pemimpin yang mengayomi dan akomodatif ketika bersama kang Wawan Kartiwa mengelola Bandung Pos secara swadaya dan mandiri.

Gaya bicara dgk selalu tertata, santun, selalu hormat pada yang lebih tua dan senior, dan selalu memberikan motivasi pada junior. Oya, kang DGK juga senang mentraktir rekan sejawat termasuk saya. Ayam bakar hiji tina sarebu dan seafood  Lodaya yang mangkal di depan kantor Bandung Pos Jln. Lodaya 38-A, Bandung, selalu menjadi tempat kang DGK mentraktir rekan sejawat dan para sahabatnya jika sedang berada di kantor.

Terakhir saya temu kang DGK ketika reuni keluarga IKBP di Gedung Widyatama difasilitasi Rektor Utama Prof.Obi (Obsatar Sinaga). Bertemu lagi saat lari pagi di SOR Arcamanik. Saya sambil jalan bicara bertiga bersama kang DGKk dan kang Us Tiarsa.

Saat itu saya ditawari keduanya mengisi salah satu program acara di Bandung TV. Program dan jenis acaranya diserahkan sepenuhnya kepada saya. Terpenting program itu bakal digemari pemirsa dan bisa mendatangkan iklan atau sponsor. Karena kesibukan saya, gagasan itu sampai hari ini belum terlaksana.

Selama 38 tahun saya bergaul dengan DGK, begitu banyak catatan manis yang layak dikenang. Tak mungkin terlupakan. Sampai kapan pun. Saya yakin, semua warga BP sepakat, ingat DGK berarti ingat sekian banyak kebaikan dan budi luhur yang melekat dalam dirinya.

Sebagai muslim, saya bersaksi, kang DGK sarat dengan amal soleh, rajin beribadah, suami dan ayah yang sangat penyayang, dan penuh dedikasi serta tanggung jawab sbg wartwawan profesional. Kang DGK tipe pribadi totalitas dalam segala hal. Setia pada profesi hingga akhir hayat.

Ya alloh ya Rab, masukkan sahabatku dan kakandaku Deddy Gunadi Komar ke dalam surgamu yang indah. Aamiin ya karim Wilujeng angkat kang DGK Insya allah husnul hotimah.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Semua Presiden R.I. Wariskan Utang
Menerka Decak Kagum 100 Ekonom Senior
Utang Negara Tanggung Jawab Siapa?
Allah Menciptakan Alam untuk Kesejahteraan Makhluknya
Untuk Bayar Utang Rakyat Diminta Taat Pajak