Akibat Layangan Berkawat Gangguan Listrik di Garut Meningkat 300 Persen

foto

yuotube

bermain layangan ternyata berisiko jika menggunakan tali kawat sebab bisa mengganggu aliran listrik.

GARUT,kejakimpolnews.com. Gangguan listrik di Garut akibat permainan layang-layang yang menggunakan benang sejenis kawat, kini cenderung naik hingga 300 persen. Demikian diungkapkan General Manager PLN Jawa Barat Bagian Tengah Sumaryadi Kamis (8/10), pada acara pengukuhan tim sapu bersih layangan berkawat (Saberlakat) di kampung Nenggang Desa Cintarasa Kecamatan Tarogong Kidul Garut.

Menurut Sumaryadi, akibat layang-layang berkawat tersebut, para pelanggan PLN sangat dirugikan, karena aliran listrik sering padam. Untuk itu Sumaryadi memohon dukungan dan sinergitas dari pimpinan daerah beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ( Forkompimda) untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang masih bermain layang-layang jangan menggunakan tali kawat.

Kaget

Sementara Wakil Bupati Garut, dr. H. Helmi Budiman, sangat kaget dengan naik tajamnya angka pelanggaran bermain layang layang hingga mencapai 300 persen. "Padahal untuk mengatur itu sudah ada perdanya.Oleh karena itu kami meminta kepada masyarakat supaya berhenti bermain layang layang memakai kawat. Sebab sangat merugikan orang lain," pinta Helmi.

Ia juga meminta para camat serta unsur Forkopimcam untuk terlibat langsung dalam memberikan penyadaran dan edukasi untuk meningkatkan pemahaman kecerdasan masyarakat secara umum, termasuk bermain layang layang dengan baik.

Editor: Marsal

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Menkes: Peserta Acara di Tebet-Petamburan Harus Tes Swab
Kapolda Banten Hadiri Sertijab Kepala Perwakilan BPKP Banten
Polisi Akan Tindak Tegas Penghadangan di Petamburan
Polda Banten Bongkar Sindikat Obat Terlarang, 126 Tersangka Diringkus, 370.430 Butir Obat G Disita
Petani Curhat ke Cabup, Bantuan dari Pemerintah Tidak Merata