Banjir Landa Pameungpeuk Garut

Tiga Sungai Meluap, Ratusan Rumah Terendam, Jembatan Ambruk, Perahu Hanyut

foto

Istimewa

Akibat hujan mengguyur, tiga sungai di Pameungpeuk meluap menggenangi ratusan rumah penduduk dan menerjang jembatan gantung

GARUT, kejakimpolnews.com.- Hujan yang mengguyur sejak Minggu (11/10) malam hingga Senin (12/10) pagi, menyebabkan tiga sungai meluap masing-masing Sungai Cibaregbeg, Cipalebuh dan Sungai Cikaso.

Ketiga sungai yang mengarah ke Pantai Santolo itu berada di Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut. Akibatnya, airnya meluber hingga menggenangi ratusan rumah, menghanyutkan perahu dan mengambrukan jembatan gantung.

Menurut saksi mata, banyak rumah terendam dan yang ada di bantaran sungai terbawa hanyut. Begitu juga perahu nelayan yang mengarah ke pantai Santolo banyak hilang terbawa arus.

Surat dari Camat Peungpeuk untuk Bupati Garut tersebar di medsos baik melalui WA maupun di FB lengkap dengan foto dan videonya.

Dalam surat itu, Camat Pameungpeuk melaporkan, Senin 12 Oktober 2020 pukul 04.30 WIB Suangai Cipalebuh dan Cikaso di Pameungpeuk Garut, airnya meluap.

Penyebabnya kata camat, karena intensitas hujan yang sangat deras sejak Minggu 11 Oktober 2020. Akibat dari meluapnya kedua sungai, perkampungan sekitar bantaran sungai terkena banjir bandang.

Warga Pameungpeuk lainnya mengatakan, selain Sungai Cipalebuh dan Cikaso, juga Sungai Cibaregbeg mengalami kejadian serupa.

Perkampungan yang terendam antara lain : Kampung Bojongmongkong Desa/Kec.Pameungpeuk, Kampung Leuwisimar, Punaga, Sukapura, dan Kampung Asisor Desa Mandalakasih;

Selanjutnya, Kampung Leuwigenteng Desa Sirnabakti, Kampung Segleng Desa Paas. Rumah-rumah penduduk rata-rata terendam banjir dengan ketinggian 1 - 1.5 meter. Penduduk telah dievakuasi sebagian ke tempat aman.

Proses evakuasi warga masih berjalan dan hingga kini masih banyak warga yang terjebak air didalam rumah terutama sekitaran Kampung Leuwigenteng.

Evakuasi terkendala karena tidak ada peralatan. Adapun tempat pengungsian belum terpusat baru disekitar kecamatan dan kaum Pameungpeuk dan tempat-tempat aman dari luapan air.

Masih terendam

Laporan terakhir hingga Senin pukul 11.00 WIB, akibat banjir, saat ini airnya masih menggenangi dua kecamatan. Para korban banjir ini baru 110 Kepala Keluarga (KK) diungsikan ke 5 titik pengungsian, yakni kantor kecamatan, Polsek dan sekolah di Cibalong dan Pameungpeuk.

Sementara jalur lalu lintas Garut- Pameungpeuk dialihkan melewati jalur Pakenjeng, Bungbulang. Menurut Badan Pencegahan Bencana Dearah BPBD Kab Garut, TB Agus Sopyan, banjir berasal dari meluapnya sungai Cibaregbeg, Cipalebuh dan Cikaso telah menggenangi dua kecamatan, yakni Kecamatan Cibalong dan Kecamatan Pameungpeuk sejak pukul 04.30 WIB pagi tadi.

Dari dua kecamatan yang paling parah mendapat genangan banjir yakni Desa Mancagahar, Cibaregbeg dan Mandalakasih. Ketinggian air di desa ini rata rata setinggi 120 cm.

Tidak dilaporkan adanya korban jiwa akibat bencana banjir ini. Warga yang terdampak hingga kini belum bisa kembali ke rumah mereka akibat air masih belum surut.

Editor: Asep Burhanudin

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Pendemo yang Diamankan di Mapolrestabes Bandung Nambah Jadi 209 Orang
Polisi Akhirnya Izinkan Mahasiswa dan Buruh Demo Dengan Syarat Tidak Anarkis
Dalam 3 Minggu 1.200 Karyawan Positif Covid-19
Puluhan Speda Motor Ditinggalkan di Jalan Saat Demo Tolak UU Ciptaker
Di Tengah Suara Pro Kontra DPR Syahkan UU Cipta Kerja