Garut Siaga Bencana

17 Kecamatan Terancam, 6 Terendam, 3 Jembatan Ambruk, Akses Jalan Terputus

foto

Humas Pemkab.Garut

Kondisi Garut Selatan terkini, sungai meluap, rumah ambruk dan jalan longsor.

GARUT, kejakimpolnews.com.- Hujan yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Garut sejak Minggu (11/10) malam hingga Senin (12/10) pagi mengakibatkan 6 kecamatan, yakni Kecamatan Pameungpeuk, Cisompet, Cibalong, Cikelet, Pamulihan, dan Kecamatan Peundeuy diterjang banjir dan longsor sehingga akses jalan Garut-Pameungpeuk pun terganggu.

Berita terkini yang diperoleh kejakimpolnews.com berakit meluapnya Sungai Cipalebuh dan Sungai Cikaso yang berada di kecamatan Pameungpeuk, Sungai Cibera di Kecamatan Cibalong, dan Sungai Cipasarangan Kecamatan Cikelet menyebabkan banyak perkampungan terendam banjir, bahkan 3 jembatan gantung di Kecamatan Pameungpeuk ikut hanyut diterjang banjir.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, selain banjir bandang juga terjadi longsor dan pergeseran tanah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kata Rudy, menetapkan status siaga bencana di 17 kecamatan, dan dinyatakan rawan bencana longsor, pergeseran tanah, banjir serta Megathrust.

“Saat ini beberapa daerah terendam banjir, yang paling tinggi itu sekitar 80 cm, di Kampung Segleng Pameungpeuk. Yang lainnya sungai sudah terkikis dan dalam kondisi bahaya,” jelasnya.

Untuk lokasi pengungsian, sambung Rudy, akan ditempatkan di sekolah-sekolah dasar dan akan dibuka juga dapur umum oleh Tagana Dinas Sosial Kabupaten Garut .

“Kerusakan sedang dihitung, karena ini terjadi pukul 04.00 WIB sekitar waktu subuh, laporan korban tidak ada, hanya yang mengungsi sudah sekitar 1.000 orang, karena kondisi tempat tinggalnya tidak nyaman. Ada juga sekolah SMP yang terendam,” pungkas Rudy.

Sementara itu, dengan minimnya alat berat, petugas kecamatan setempat berupaya melakukan koordinasi dengan intansi terkait, serta membersihkan material lelongsoran dengan bergotong royong melibatkan BPBD, Dinas PUPR, Damkar, Dinsos, TNI, Polri, relawan dari FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana), dan masyarakat setempat.

Kini pihak Kecamatan Pameungpeuk bersama forkopimcam membangun titik-titik pengungsian sementara, antara lain di kantor kecamatan, kantor koramil, kantor polsek, dan kantor-kantor pemerintah yang dinilai aman.

Selain itu, pihak setempat melakukan evakuasi warga Kp. Leuwisimar Desa Mandalakasih ke Pendopo Kecamatan Pameungpeuk yang terendam banjir. Disamping itu pula, Kampung Leuwigenteng terkurung banjir, sehingga kami memerlukan perahu karet, meski karena darurat warga menggunakan ban dalam.

Berikut wilayah terdampak luapan Sungai di Kecamatan Pameungpeuk, yaitu Kp. Punaga Desa dan Kp. Sukapura Desa Mandalakasih, Kp. Bojong Desa Bojong, dan Kp. Mancagahar Desa Mancagahar.

Sedangkan fasilitas umum yang terdampak, yaitu Jembatan Lewinanggung dan Jembatan Kasakambangan. Di Kecamatan Cibalong ada tiga desa terdampak banjir ini, yaitu Desa Karyasari, Desa Sagara dan Desa Mekarwangi.

Dari Kecamatan Cisompet dilaporkan Minggu malam wilayahnya diguyur hujan mengakibatkan ada beberapa titik longsor yang menutup badan jalan provinsi, tepatnya di perbatasan Kecamatan Pameungpeuk - Cisompet dan beberapa titik longsor yang menutup sebagian jalan provinsi di Desa Depok dan Desa Sukanagara, serta satu rumah milik Yongki Reray, tertimpa longsor di Kampung  Ciseupan Desa Cisompet.

Meski tidak ada korban jiwa, seisi rumah habis tertimpa bangunan rumah diataranya mobil dan motor. Dari Kecamatan Pamulihan, kejadian longsor menimpa badan jalan desa di ruas jalan Cikopo-Pasirlenggut Desa Panawa, terjadi pada Senin  sekitar pukul 03.00 dini hari.

Arus lalulintas kembali normal berkat kepala desa setempat menggerakkan masyarakat  bergotong royong membuang tumpahan tanah ke jalan.

Dari Kecamatan Peundeuy dilaporkan pula kejadian bencana tanah longsor di Kp. Sindang RT 02 RW 02 Desa Peundeuy terjadi subuh pukul 04.30 WIB, sehingga gorong-gorong jalan kabupaten tersumbat dan air meluap ke badan jalan yang tidak kuat menahan derasnya air tersebut mengakibatkan badan jalan tersebut longsor sepanjang 30 meter dan tinggi 30 meter. Kini, jalan tersebut tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.

Editor: Dede Suryana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Jadwal Mobil SIM Keliling di Bandung
1.000 Pendemo Diamankan, Polisi Tuding Kelompok "Anarko" Perusuh
2 Bangunan di Cileunyi Dieksekusi Lagi
Terus Melandai, Per Hari 1 Sembuh dan 2 Pasien Baru
Demo Di Garut Tak Kalah Seru, Sejumlah Ruas Jalan Ditutup