Heboh, Oknum Guru SMAN Cileunyi Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Muridnya

foto

Yayan Sofyan

HUMAS SMAN 1 Cileunyi Daman Darmawan memberi keterangan tentang kabar adanya aksi kekerasan yang dilakukan guru di sekolahnya.

CILEUNYI, KejakimpolNews.com - Heboh, sejumlah guru SMAN 1 CIleunyi, Kabupaten Bandung melakukan tindak kekerasan di sebuah ruang kelas SMAN tersebut. Informasi yang dihimpun KejakimpolNews.com, hingga Rabu (21/9/2022), kabar tersebut, selain menghebohkan warga Kecamatan Cileunyi, juga di lingkungan SMAN 1 Cileunyi yang beralamat di JL. Pendidikan No. 6, Desa Cibiruwetan, Kecamatan Cileunyi.

Kabar di Sacil, sebutan SMAN Cileunyi ini sempat viral di media sosial, katanya sejumlah guru telah memukul, menendang, menempeleng dan 'ngadegungkeun' kepala terhadap beberapa orang muridnya.

Humas SMAN 1 Cileunyi, Daman Darmawan ketika dikonfirmasi membenarkan kabar ada sejumlah guru SMAN 1 Cileunyi telah melakukan tindak kekerasan terhadap sejumlah muridnya.

"Kabar itu benar sudah tersiar dan heboh. Hanya, jika disebutkan sejumlah guru melakukan tindak kekerasan dengan cara menendang, memukul, menempeleng dan ngadegungkeun tidak benar dan perlu diluruskan," kata Daman di ruang kerjanya, Rabu (21/9/2022) siang.

Menurut Daman Darmawan, kabar tersebut awalnya muncul di handphone (HP) sejumlah murid kelas 12 ada salah satu pesan melalui voice note , Rabu (14/9/2022) yang narasinya berbunyi sejumlah guru telah melakukan tindak kekerasan terhadap sejumlah murid kelas 10.

"Diakui memang, sebelum voice note muncul, sehari sebelumnya, sejumlah murid kelas 10, tepatnya Selasa (13/9/2022) merundung (bully)  sejumlah guru di HP-nya masing-masing (medsos) dengan gambar tak senonoh dan kalimat kurang pantas," terang Daman.

Diungkapkan Daman, karena telah membully sejumlah guru dengan gambar dan narasi tak pantas, sejumlah guru mengumpulkan semua murid kelas 10 untuk diperiksa HP dan menghapus postingan tentang perundungan terhadap sejumlah guru.

"Hari itu juga sudah diselesaikan dan tak ada masalah. Namun mengapa, esok harinya muncul voice note di HP sejumlah murid kelas 12 jika sejumlah guru telah melakukan tindakan kekerasan terhadap sejumlah murid kelas 10 dengan cara katanya telah membentak, menendang, memukul, dan menempeleng?".

"Kejadian itu (melakukan kekerasan) tidak ada!" kata Daman membantah. Hanya diakui, saat itu memang ada guru hanya sebatas noker, (nyolek dengan kaki),"terang Daman.

Kini tambah Daman, peristiwa tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan damai dengan memanggil orang tua murid serta para murid di sekolah.

"Sekali lagi, kabar sejumlah guru melakukan tindak kekerasan terhadap sejumlah murid tidak benar. Hanya diakui munculnya kabar tersebut berawal di bully nya sejumlah guru di medsos dengan gambar dan narasi yang tak pantas," tutup Daman.**

Editor : Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Aksi Damai Massa PKS Tolak Kenaikan Harga BBM Berjalan Tertib
PKS dan Gerindra Tandatangani Tuntutan Jokowi Mundur
Geger, Negro Sopir Angkot Tergolek Tak Bernyawa di Kamar Kontrakan Kawasan Jatinangor
"Hacker Bjorka" Diamankan di Madiun? Polri Belum Menyimpulkan
Puluhan Prajurit Kodim Kontak Senjata Di Gedung Syahrir