Unjuk Rasa di Gedung Sate

Tak Ditemui Gubernur, Driver Ojol Ancam akan Kembali Demo dengan Jumlah Massa Jauh Lebih Besar

foto

Sonni Hadi

UNJUK RASA . Lebih dari 2.000 driver ojek online (Ojol) berunjuk rasa di depan Gedung Sate, selain menuntut agar harga BBM diturunkan, juga minta penyesuaian upah minimal propinsi.

BANDUNG, KejakimpolNews.com - Ribuan orang mayoritas dari pengemudi ojek online (Ojol) lengkap dengan atribut jaketnya, menggelar aksi ujuk rasa dengan tema inti menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Aksi yang berlangsung Rabu (21/9/2022) sejak pagi ini berlangsung di depan kantor Gubernur Jawa Barat/Gedung Sate Jln. Diponegoro Bandung.

Massa driver Ojol yang jujmolahnya 2.000 lebih itu tak hanya menuntut agar harga BBM tertutama jenis Pertalite diturunkan kembali, merekapun menuntut pula agar Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) dibatalkan. Mereka juga menuntut adanya penyesuaian upah buruh tahun 2022 sebesar 24 persen, dan menaikkan upah buruh tahun 2023 sebesar 24 persen.

Ketua DPD KSPSI Jawa Barat, Roy Jinto Ferianto kepada wartawan mengatakan, akibat naiknya harga BBM maka terjadi inflasi yang mencapai 4 persen. Imbasnya membuat daya beli masyarakat dan buruh menjadi turun sedangkan upah minimum provinsi dan kabupaten tidak mengalami kenaikan.

Di mata para driver Ojol seperti disampaikan beberapa orator,  menaikkan harga BBM saat ni momentumnya tidak tepat karena pandemi baru melandai, perekonomian baru mau bangkit, BBM naik, upah tidak naik membuat posisi buruh menjadi semakin sulit dan terpuruk yang akan menjadi multiplier effeft.

Kondisi buruh yang sudah terjepit sejak pemerintah mengesahkan UU Cipta Kerja, semakin dipersulit dengan  menaikkan harga BBM. "Nasib buruh sudah sangat sulit, sekarang BBM naik seperti pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga!" ungkap orator.

Ribuan orang yang memenuhi halaman depan Gedung Sate semakin berjubel. Mereka melalui perwakilannya minta diterima Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk beraudiensi langsung dan menyampaikan  unek-uneknya. Tetapi sang Gubernur Jabar Ridwan Kamil tak mau melayani, entah ada atau tidak ada. Hanya dari Dinas Perhubungan yang mau melayani tetapi perwakilan  pengunjuk rasa menolak.

Karena kecewa, mereka melalui juru bicaranya yang mengaku bernama Peto, mengancam akan kembali berunjuk rasa dengan jumlah massa yang jauh lebih besar lagi.

"Kami menolak diwakili. Kami ingin langsung beraudiensi dengan kepala daerah kita, tapi sayang bapak kita (Gubernur Jabar) tidak hadir," kata Peto berteriak dari atas mobil komando.

Sekitar pukul 11.00 WIB, massa driver Ojol mulai membubarkan diri. Menurut Peto, pihaknya kembali merencanakan aksi yang jauh lebih banyak jumlahnya.

seperti dikatakan Ketua Federasi Serikat Pekerja Transportasi Darat Ahmad Ilyas Prayogi, " Kami akan aksi lagi jumlah massa akan jauh lebih besar, 10 kali, 100 kali bahkan 1.000 kali," ujar Ahmad mengancam karena kesal tak berhasil bertemu Gubernur Jabar.(Sonni Hadi)**

Editor : Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Aksi Damai Massa PKS Tolak Kenaikan Harga BBM Berjalan Tertib
Baznas Berbagi Voucher Ganti Oli bagi 100 Ojol
Senin Siang Ini Jakarta Akan Dikepung Demontrans
Bencana Banjir dan Longsor di Garut Selatan, 1.644 Rumah dari 5 Kecamatan Terdampak
Ketua MA dan Dua Hakim Agung Berpeluang Dipanggil KPK Terkait Suap Sudrajad Dimyati