2 Korban Kiritis Dirawat di RS

Identitas Wanita Penodong di Dalam Angkot Tanjungsari Belum Diketahui, Jawabannya Ngawur

foto

Foto :Tangkapan layar/Netizen

PENODONG DI ANGKOT - Wanita muda yang menodong penumpang angkot, belum diketahui identitasnya (kiri). Seorang korban ibu yang tengah hamil tergolek pingsan di pinggir setelah meloncat dari angkot saking ketakutan ditodong.

SUMEDANG, KejakimpolNews.com - Peristiwa penodongan dengan senjata tajam (sajam) yang dilakukan wanita muda yang diduga stres, atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di dalam angkot 05 jurusan Tanjungsari-Cicalengka (bukan jurusan Cileunyi-Tanjungsari), saat ini masih dproses penyelidikan.

Pasalnya, hingga saat ini pelaku yang masih belum diketahui identitasnya itu saat diperiksa petugas Polsek Tanjungsari, jawabannya selalu ngawur. "Polisi saat ini sudah mengamankan barang bukti berupa pisau yang digunakan pelaku, termasuk pelaku dan mobil angkot jurusan Tanjungsari Cicalengka. Saat ini berseliweran kabar liar dan membaurnya warga ketika kejadian, sehingga tak jelas ada berapa korban dalam angkot tersebut," kata Kasi Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana kepada KejakimpolNews.com, Kamis (22/9/2022).

Berdasarkan video viral kata Dedi, terlihat ada dua wanita tergeletak bersimbah darah. "Satu wanita dalam kondisi hamil besar dan satu lagi wanita yang masih menggendong bayi diduga ibu dari anak berumur 2 tahun yang selamat dalam insiden naas tersebut," kata Dedi.

Menurut Dedi, kajadiannya pada Kamis (22/9/2022) pukul 09.30 di jalan Sumedang-Bandung, tepatnya di Desa Gudang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang  terjadi aksi penodongan di dalam angkot 05 Nopol D 1924 VQ jurusan Cicalengka-Tanjungsari.

Di dalam angkot ada 4 penumpang semuanya wanita, 1 di antaranya menggendong anaknya yang baru berumur 2 tahun. Dari insiden itu, lanjut Dedi karena ketakutan oleh penodong dengan pisau yang dikeluarkan dari tasnya, korban nekat melompat saat angkot tengah melaju. Sehingga korban loncat dari mobil yang sedang melaju dan mengalami luka yang cukup parah pada bagian kepala.

Diungkapkan Dedi, korban penodongan wanita muda tersebut yakni  Rika Mulyani (40) warga Dusun Cirenganis RT 05 RW 01, Desa Haurngomong Kecamatan, Pamulihan Kabupaten Sumedang dan Lisnawati (35) warga Dusun Cirengganis RT 1 RW 2 Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.

Sedangkan sopir angkotnya bernama Zeanal (45) warga Dusun Warungkawat Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan. "Kedua korban saat ini masih dirawat di RSUD Sumedang lantaran mengalami luka yang cukup serius. Bahkan salah satu korban mengalami pendarahan dan sedang hamil. Sementara korban lain sudah bisa dibawa pulang ke rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Dikatakan Dedi, untuk membuktikan jika pelaku yang berhasil diamankan di Polsek Tanjungsari mengalami stres dan diduga ODGJ dibawa ke sebuah klinik kejiwaan di Sumedang untuk diperiksa psikologisnya.

"Pelaku tak menutup kemungkinan dirujuk ke RSJ Cisarua Lembang ditangani tim dokter kejiwaan untuk membuktikan jika pelaku memang ODGJ," tutup Dedi.

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita muda diduga stres dan alami gangguan jiwa, yang tak jelas identitasnya menodongkan pisau ke penumpang angkot 05 jurusan Cileunyi-Tanjungsari, tepatnya di depan SMAN Tanjungsari Desa Gudang Kecamatan Tanjungsari Sumedang, Kamis (22/9/2022) sekira pukul 10.00 pagi.

Aksi wanita ini membuat penumpang pun yang berjumlah 6 orang itu panik ketakutan, mereka berloncatan ke luar angkot meski angkot sedang melaju. Akibatnya, 2 di antara 6 penumpang angkot harus dirujuk ke RSUD Sumedang lantaran mengalami luka serius di bagian kepala dan pendarahan otak.**

Editor : Yayan  Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
AKBP Jerry Raimond Siagian Perwira ke-5 yang Dipecat Buntut 'Kasus Sambo'
Pohon Tumbang Menimpa Rumah di Jln. Wiranata Bandung
Warga Berebut Cipratan Air Dari 4 Penjuru Dalam Tradisi Babarit
Nyalakan Korek Api Hendak Bakar SPBU Pria itu Diamankan Polisi
Hujan Lebat Terjang Garut Puluhan Rumah Rusak Termasuk Fasilitas Umum