Innalilahi... Satu Korban Penodongan Dalam Angkot oleh Wanita Muda di Tanjungsari Akhirnya Meninggal

foto

Foto: Istimewa.

AKHIRNYA MENINGGAL - Wanita penumpang yang meloncat dari angkot Tanjungsari tergolek pingsan, dan ternyata korban yang tengah hamil ini meninggal di RS Sumedang.

SUMEDANG,KejakimpolNews.com - Satu di antara tiga orang korban penodongan dengan pisau oleh wanita muda yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dalam angkot di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Kamis (22/9/2022) dinyatakan meninggal dunia.

Korban yang meninggal tersebut, Rika Mulyani (40) warga Dusun Cirenganis RT 05 RW 01, Desa Haurngomong Kecamatan, Pamulihan Kabupaten Sumedang. Rika, wanita yang tengah hamil ini meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang.

Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Dedi Juhana ketika dikonfirmasi membenarkan jika korban meninggal dunia. "Setelah kontak dengan pihak RSUD Sumedang, korban Rika meninggal dunia sekitar pukul 17.22 WIB, di ruang intensive care unit (ICU),” kata Dedi, Kamis (22/9/2022) malam.

Menurut Dedi, hingga saat ini pihak rumah sakit belum melakukan pemulasaraan jenazah karena masih menunggu keputusan pihak keluarga korban. Sementara itu korban lainnya yakni Lisnawati (35) warga Dusun Cirengganis RT 1 RW 2 Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang saat ini masih dirawat di RSUD Sumedang.

Diberitakan, peristiwa penodongan senjata tajam (sajam) wanita muda yang diduga stres atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di dalam angkot 05 jurusan Tanjungsari-Cicalengka (bukan jurusan Cileunyi-Tanjungsari) saat ini masih dproses penyelidikan.

Pasalnya, hingga saat ini pelaku yang masih belum diketahui identitasnya yang diduga stres tersebut saat diperiksa petugas Polsek Tanjungsari karena jawabannya ngawur.

"Polisi saat ini sudah mengamankan barang bukti berupa pisau yang digunakan pelaku, termasuk pelaku dan mobil angkot jurusan Tanjungsari Cicalengka. Saat ini berseliweran kabar liar dan membaurnya warga ketika kejadian, sehingga tak jelas ada berapa korban dalam angkot tersebut," kata Kasi Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana kepada KejakimpolNews.com, Kamis (22/9/2022).

Berdasarkan video viral kata Dedi, terlihat ada dua wanita tergeletak bersimbah darah. "Satu wanita dalam kondisi hamil besar dan satu lagi wanita yang masih menggendong bayi diduga ibu dari anak berumur 2 tahun yang selamat dalam insiden naas tersebut," kata Dedi.

Menurut Dedi, kajadiannya pada Kamis (22/9/2022) pukul 09.30 di jalan Sumedang-Bandung, tepatnya di Desa Gudang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang  terjadi aksi penodongan di dalam angkot 05 Nopol D 1924 VQ jurusan Cicalengka-Tanjungsari.

Dalam angkot ada 4 penumpang semuanya wanita, 1 di antaranya mengendong anaknya yang baru berumur 2 tahun. Dari insiden itu, lanjut Dedi karena ketakutan oleh penodong dengan pisau yang dikeluarkan dari tasnya, korban nekat melompat saat angkot tengah melaju. Sehingga korban loncat dari mobil yg sedang melaju dan mengalami luka yang cukup parah pada bagian kepala.

Diungkapkan Dedi, korban penodongan wanita muda diduga ODGJ tersebut yakni Rika Mulyani (40) warga lDusun Cirenganis RT 05 RW 01, Desa Haurngomong Kecamatan, Pamulihan Kabupaten Sumedang dan Lisnawati (35) warga Dusun Cirengganis RT 1 RW 2 Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.

Sementara pengemudi angkotnya sudah diketahui bernama Zeanal (45) warga Dusun Warungkawat Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan. "Kedua korban saat ini masih dirawat di RSUD Sumedang lantaran mengalami luka yang cukup serius.**

Editor : Yayan  Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kapolres, "Polwan Polres Sumedang Harus Menjaga Marwah Institusi Polri"
Ramai-ramai Main Air di S. Citarum Seorang Remaja Tenggelam Ditelan Derasnya Arus
Tangki BBM Pertalite Milik Pertamina Balongan Terbakar Hebat
Kantor Bupati Kuningan Diserbu Massa Mahasiswa
Dua Ruko di Jalan Sidomukti Diamuk Si Jago Merah