1 Tewas 1 Kritis di Rumah Sakit

Inilah Kronologi Aksi Penodongan di Angkot oleh Wanita Muda di Tanjungsari

foto

Foto: Istimewa.

MENINGGAL - Korban Rika yang loncat dari angkot karena ketakutan ditodong wanita muda, akhirnya meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang

SUMEDANG, KejakimpolNews.com - Hingga saat ini Polres Sumedang dan Polsek Tanjungsari masih terus memeriksa kondisi kejiwaan seorang wanita muda yang melakukan penyerangan dan penodongan terhadap para penumpang angkutan kota No.05 di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

"Kita masih memeriksa kejiwaan wanita muda pelaku penyerangan dalam angkot jurusan Cicalengka-Tanjungsari. Meski sempat diperiksa di sebuah klinik kejiwaan di Sumedang, hasilnya belum dan ada rencana dibawa ke RSJ Cisarua, Lembang," kata Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Dedi Juhana, kepada KejakimpolNews.com, Jumat (23/9/2022).

"Saat itu pelaku beraksi di dalam angkot dengan mengacung-acungkan pisau. Sontak saja penumpang yang terdiri dari emak-emak ini ketakutan, mereka panik. kemudian satu persatu mereka pada loncat keluar dari angkot padahal saat itu angkotnya tengah melaju," terang Dedi Juhana.

Menurut Dedi, saat kejadian, di dalam angkot ada 4 penumpang, termasuk pelaku. "Mereka yang loncat, dua orang ibu dan salah satunya membawa anak,"katanya.

Diberitakan sebelumnya, satu di antara tiga orang korban penyerangan wanita muda muda dengan pisau Kamis (22/9/2022) lalu dinyatakan meninggal dunia. Korban bernama Rika Mulyani (40) warga lDusun Cirenganis RT 05 RW 01, Desa Haurngomong Kecamatan, Pamulihan Kabupaten Sumedang.

Korban Rika kondisinya tengah hamil, dia meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang. Sementara itu korban lainnya yakni Lisnawati (35) warga Dusun Cirengganis RT 1 RW 2 Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang saat ini masih dirawat di RSUD Sumedang.

Insiden penodongan itu terjadi di Jalan Raya Sumedang-Cirebon atau tepatnya di sekitar SMAN 1 Tanjungsari, Kamis (22/9/2022) pagi sekitar pukul 09.30. Korban meninggal sebelumnya sempat mendapat penanganan intensif jajaran RSUD Sumedang. Humas RSUD Sumedang Rudiyanto mengatakan, Korban Rika yang sedang hamil meninggal dunia sekitar pukul 17.22.

"Korban yang meninggal tengah hamil sekitar 6 bulan dan mengalami luka berdarah dibagian kepala belakang sebelah kanan. Lukanya itu sekitar 5 cm dan saat tiba di IGD luka itu langsung di jahit," kata Rudi.

Menurut Rudi, korban tiba di RSUD sekitar pukul 11.02 kemudian pada sekitar pukul 13. 00 WIB di kirim ke ruang ICU untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. "Nahas, nyawa korban tidak dapat tertolong dan meninggal sekitar pukul 17.22. Berdasarkan hasil CT scan korban mengalami pendarahan di dalam kepalanya atau u pada lapisan otaknya,"terangnya.

Diungkapkan Rudi, selain luka kepala, korban mengalami pendarahan di bagian hidung dan mulut saat baru tiba di RSUD. Kemudian kata Rudi terdapat juga luka di bagian paha kanannya. Rudi pun mengatakan, korban pada peristiwa tragis tersebut ada 3 orang yakni Lisnawati bersama anaknya yang baru berusia 2 tahun dan Rika, korban yang meninggal dunia.

"Anak Lisnawati yang mengalami luka ringan sudah boleh pulang tadi sekitar. Sementara untuk korban Lisnawati akan dirujuk ke rumah sakit di Kota Bandung. "Luka yang dialami Lisnawati ada benjolan di atas telinga sebelah kanan dan luka-luka di bagian lutut kaki sebelah kanan. Dari hasil CT Scan ada pendaharan di selaput di dalam otak, dan harus dirujuk ke rumah sakit Bandung," tutup Rudi.**

Editor : Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Setelah Macan Kumbang Turun Gunung, di Majalaya Monyet Ekor Panjang Menyerang 2 Anak
Hilang di Perairan Sangrawayang Nelayan Sukabumi Ditemukan Mayatnya di Banten
Donor Darah dan Layanan Asam Urat Menutup Rangkaian Happy Muharam 1444 H
Nenek Epon Bilang Mau Bunuh diri, Sesaat Kemudian Tubuhnya Ditelan Sungai Cisokan
Rumah Endang Maman di Cibuntu Ludes Dilumat Kobaran Api