Diguyur Hujan Deras

Banjir dan Longsor Terjang Garut Selatan, Jembatan Ambruk 1 Warga Tewas dan Belasan Lainnya Luka-Luka

foto

Cang Anwar

LONGSOR dan banjirf melanda Garut selatan antara lain di Cisompet. Wakil Bupati Garut dr.Helmi Budiman langsung meninjau daerah terdampak longsor dan banjir di Cisompet.

GARUT, KejakimpolNews.com - Bencana alam longsor dan banjir, kembali melanda wilayah Garut Selatan. Bencana alam ini belangsung sejak Kamis (22/9/22) dean hingga Jumat (23/9/2022) dampaknya ter5asa berat untuk warga.

Seperti dialami pasangan suami istri warga kampung Cibitung Desa Sukamukti Kecamatan Cisompet Garut, keduanya tertimbun longsor. Akibatnya, Iyum (67) istri Pardi meninggal tertimbun lumpur. Sedangkan suaminya, Pardi, kini dirawat di RSUD Pameungpeuk karena mengalami luka cukup serius.

Peristiwa yang menimpa Pardi dan istrinya itu terjadi di saat turun hujan cukup deras mengguyur wilayah Garut Selatan dan sekitarnya sejak malam hingga pagi. Sekira pukul. 08.00 Pardi yang tengah berada di rumah bersama Iyum, tiba tiba dikejutkan adanya tebing yang dekat dengan perkampungan itu ambrol disusul ribuan kubik lumpur mengalir dengan cepat menerjang puluhan rumah.

Pardi dan istrinya tidak sempat menyelamatkan diri yang akhirnya tertimbun material longsor. Pardi berhasil ditolong oleh warga setempat, sedang Iyum langsung tertimbun dan diketemukan sudah meninggal.

Dilaporkan pula oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, jumlah rumah yang terdampak banjir dan longsor itu seluruhnya 40 unit yang berada di 4 titik bencana banjir dan longsor. Yakni Kampung Bangsasinga Desa Sukanagara, Kampung Campaka  Desa Neglasari, Kampung Sindangsari dan Kampung Cibitung Desa Sukamukti. Semuanya di Kecamatan Cisompet.

Untuk sementara, warga yang rumahnya terdampak diungsikan ke familinya yang terletak di kawasan aman. "Akibat bencana banjir dan longsor ini, tidak hanya melanda rumah penduduk, tetapi fasilitas umum yaitu jembatan banyak yang terputus. Kini masih didata berapa sebenarnya jembatan yang putus total itu," kata Wakil Bupati Garut dr. H. Helmi Budiman, saat meninjau langsung ke lokasi bencana di Cisompet, Jumat (23/9/22) siang kepada wartawan.

Dilaporkan pula, saat terjadi bencana banjir dan longsor tersebut, sejumlah warga di Kecamatan Pameungpeuk yang rumahnya dekat dengan bantaran sungai Cipalebuh sempat histeris karena trauma pernah mengalami tertimpa bencana banjir, beberapa waktu lalu.

Akibatnya, puluhan warga mengungsi ke kantor Kecamatan Pameungpeuk saking ketakutan. Longsor yang sempat memutuskan jalur arus lalu lintas Cihurip dan Cisompet,kini telah bisa dilalui oleh seluruh kendaraan.

Pemerintah Kabupaten Garut, menerjunkan tim yang terdiri dari unsur PUPR, BPBD, Disdamkar yang dibantu unsur TNI dan Polri membersihkan lumpur dan sisa material yang terbawa longsor dan banjir yang menutupi badan jalan dengan menggunakan alat berat.

Ketinggian lumpur yang menutupi badan jalan tersebut sekitar 25 meter dengan lebar 10 meter. Tidak hanya jalur lalu lintas yang dibersihkan itu, tetapi rumah warga yang tergenang lumpur rata rata hampir setinggi lutut itu,juga sama.

"Diharapkan warga yang kini mengungsi bisa kembali menempati rumah nya setelah benar-benar bersih," kata Helmi. (Cang Anar)**

Editor : Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kios Pakan Burung di Pasirlayung Ludes Dimangsa Api
359 Knalpot Brong Pengganggu Kenyamanan di Jalan Raya Dimusnahkan
Tiga Hari Terjebak di Dalam Sumur Kucing itu Berhasil Dievakuasi Petugas Disdamkar Garut
Data Pribadi 26 Juta Anggota Polisi Bocor
Imbas Harga BBM Naik, Harga Ayam dan Cabai Ikutan Melonjak