Penyebar Diancam UU ITE

Polda Metro Jaya Buru Pembuat Hoaks Penjarahan di Thamrin City

foto

Humas Polda Metro

Aksi unjuk rasa di Thamrin City hanya perusakan bukan penjarahan.

JAKARTA, kejakimpolnews.com.- Penyidik Siber Polda Metro Jaya tengah mencari pembuat dan penyebar hoaks penjarahan pusat perbelanjaan Thamrin City yang viral di media sosial.

“Bagi yang coba–coba membuat ini akan kita lakukan patroli siber, kita temukan, kita proses, karena ini meresahkan masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Drs. Yusri Yunus.

Ia juga menegaskan tidak ada penjarahan di pusat perbelanjaan Thamrin City. Yang terjadi di sana adalah sekelompok orang yang melakukan pelemparan dan perusakan fasilitas yang menyebabkan pecahnya beberapa jendela di Thamrin City.

“Ramai di media sosial terjadi penjarahan, saya tegaskan tidak ada penjarahan, yang ada memang mereka sempat sampai ke sana dan melakukan pelemparan ke Thamrin City,” sambungnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak asal menyebarkan informasi yang diterima dari sumber yang tidak jelas.

Ia juga mengingatkan bahwa tindakan menyebarkan kabar yang tidak jelas sumber dan kebenarannya adalah sebuah tindak pidana yang diatur dalam Undang– Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.

“Saya harapkan, saya mengimbau masyarakat lebih bijak dalam bermedia sosial, jangan langsung sharing. Saring dulu sebelum sharing, nanti bisa kena UU ITE,” pungkasnya.

Editor: Dede Suryana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Minibus Bermuatan Gas Melon Meledak dan Terbakar di SPBU
2 Bangunan di Cileunyi Dieksekusi Lagi
Kapolres dan 22 Anggota Luka Terkena Lemparan, 4 Di Antaranya Serius
Massa Mahasiswa Beraksi Hingga Malam
Pengamen Badut Marak di Garut