Gempa M5,6 Guncang Cianjur, Bupati Sebut 20 Warga Tewas Ratusan Luka Berat dan Rumah Porak Poranda

foto

Foto: Tangkapan layar/net

GEMPA CIANJUR. Akibat gempa di Cianjur, 20 orang tewas ratusan lainnya luka berat. Tampak para korban dan rumah runtuh tengah ditolong.

CIANJUR, KejakimpolNews.com - Gempa bumi dengan magnitudo (M)5,6 dirasakan warga Bandung, Bogor, Jakarta dan sekitarnya. Pusat gempa berada di darat 10 Km barat daya Kabupaten Cianjur. Gempa terjadi Senin (21/11), pukul 13.21 WIB.

Laporan sementara, Bupati Cianjur menyebut sekira 20 orang warga meninggal dunia, dan ratusan luka serta puluhan rumah rusak pascakejadian gempa. Bupati Cianjur Herman Suhermsn mengungkap, laporan sementara ada 20 orang meninggal dunia dan ratusan warga menderita luka berat dan ringan.

Di RS Sayang saja, kata Bupati, ada sekira 300 korban luka, belum di RS lain. "Laporan sementara ada 20 warga meninggal dunia dan ratusan orang luka berat dan ringan. Yang terluka itu ada di RS Sayang, belum di RS lainnya," kata Bupati kepada wartawan.

Sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mendapatkan sejumlah informasi dari beberapa daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur melaporkan, selain adanya korban meninggal dunia, empat warganya mengalami luka-luka.

Tim Reaksi Cepat BPBD setempat masih melakukan pendataan di wilayah. Data sementara per pukul 14.11 WIB, rumah rusak berat sebanyak 7 unit. Di samping bangunan rumah, Pusdalops mendapatkan laporan pondok pesantren rusak berat 1 unit dan RSUD Cianjur rusak sedang.

Kerusakan fasilitas publik yang masih diidentifikasi tingkat kerusakan, antara lain gedung pemerintah 2 unit, fasilitas Pendidikan 3, tempat ibadah 1. 

Warga di Cianjur merasakan guncangan cukup kuat selama 10 – 15 detik. Selain wilayah Cianjur, BPBD Kabupaten Bogor melaporkan dua rumah warga rusak. Guncangan gempa di wilayah ini dirasakan sedang 5 – 7 detik.  BPBD Kota Sukabumi menginformasikan warganya merasakan guncangan cukup kuat selama 7 – 10 detik.

Tampak masyarakat panik hingga keluar rumah. Saat ini pihak BPBD masih melakukan pemantauan di daerahnya. Sedangkan di wilayah Kabupaten Sukabumi, BPBD setempat juga menyampaikan adanya guncangan kuat selama 5-7 detik.

Sebagian warga pun panik.  Demikian juga untuk wilayah Kabupaten Bandung yang warganya merasakan guncangan sedang selama 5 – 7 detik.   Pusdalops BNPB juga mendapatkan laporan lain adanya warga yang merasakan guncangan, seperti di DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kota Bogor dan Kabupaten Garut.

Warga di sejumlah wilayah tersebut merasakan guncangan gempa dengan intensitas lemah hingga kuat.  BPBD yang wilayahnya merasakan gempa telah melakukan pemantauan dampak gempa. 

Sementara itu, pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kekuatan gempa yang diukur dengan skala MMI atau modified Mercalli intensity, wilayah Cianjur V MMI, Garut dan Sukabumi IV – V MMI, Cimahi, Lembang, Kota Bandung Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor dan Bayah III MMI, Rancaekek, Tangerang Selatan, DKI Jakarta dan Depok II – III MMI.

Berdasarkan kajian inaRISK, sebanyak 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur memiliki potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi.  BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bahaya gempa bumi.

Warga di wilayah terdampak gempa dapat melakukan pengecekan struktur bangunan apabila ingin memasuki rumahnya kembali. Pastikan tidak ada kerusakan struktur seperti kerusakan tiang rumah, kuda-kuda atap, dan kerusakan struktur lainnya.

Di samping itu, tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dengan terus mengikuti pemutakhiran data dari instansi berwenang.**

Editor: Dede Suryana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Api di Bappelitbang Kota Bandung Berhasil Dipadamkan, Seorang Pekerja Diamankan
Polri Berhasil Identifikasi 90 Persen Korban Gempa Cianjur
5 Anak Kab. Bandung Terkena Gagal Ginjal Akut, 1 Meninggal Dunia
Seorang Lansia Diduga Terseret Arus Saat Mandi di Kali Cimanceri
Sampai Hari ke-4 Pencarian Rian yang Tenggelam di Citarum Masih Nihil