Cianjur Berduka

Baru 5 dari 10 Mobil dan 24 Korban Dikeluarkan dari Timbunan Tanah di Cugenang, Sisanya Masih Terkubur

foto

Foto: Istimewa

SEBUAH minibus dikeluarkan dari timbunan tanah longsor di kawasan Cugenang..

CIANJUR, KejakimpolNews.com.- Memasuki hari ketiga tim gabungan fokus melakukan penyelamatan dan mencari ratusan warga yang hilang akibat gempa bumi berkekuatan M 5,6 di wilayah Kabupaten Cianjur, Senin (21/11/2022).

Hingga Selasa (22/11/2022) sore, seperti disampaikan, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto masih ada 151 korban hilang dan saat ini dalam proses pencarian. Sedangkan korban meninggal dunia tercatat 268 jiwa, dan 122 jenazah di antaranya sudah teridentifikasi.

Suharyanto dan jajaran tinggi BNPB yang masih berada di Kabupaten Cianjur turun langsung terlibat penanganan darurat bencana.  Ia mengatakan, sejak hari pertama saat gempa terjadi, pencarian korban gencar dilakukan oleh semua lembaga terkait. 

"Fokus giat tanggap darurat dalam 3 kali 24 jam pertama adalah pencarian dan penyelamatan warga terdampak. Berjalan paralel, sudah tergelar 14 titik pengungsian dengan fasilitas dapur umum, tenaga medis dan logistik yang memadai dan terus disempurnakan," ungkap Suharyanto di Kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11/2922). 

Tercatat sebanyak 90 personil dengan kemampuan penyelamatan dan peralatan pendukung termasuk menggunakan anjing pelacak diterjunkan ke titik pencarian. 

"Pencarian hari ini di Sektor 1 Cugenang RT 02, Sektor 2 Kampung Rawa Cina Desa Nagrak, Sektor 3 Kampung Salakawung Desa Sarampat, Sektor 4 di Warung Sate Sinta," lanjutnya. 

Dari pantauan di lapangan, salah satu titik yang jadi fokus pencarian tim SAR gabungan yaitu wilayah Kecamatan Cugenang yang merupakan daerah paling parah akibat gempa bumi tersebut.

Di daerah ini tepatnya di Kampung Cibeureum, Cijedil, sebuah tebing setinggi puluhan meter longsor hingga menimbun jalan raya penghubung Cianjur-Bogor via Puncak.

Sebuah sekolah dasar dan sebuah villa yang ada di atas titik longsor ikut terbawa longsor. Sementara warung sate Shinta, sebuah kafe serta beberapa warung kopi di pinggir jalan yang berada di bagian bawah juga tertimbun.

Material longsor juga menimbun sekitar 10 mobil yang kebetulan lewat saat kejadian. Tiga buah truk, 1 mobil pickup dan sebuah minibus sudah terevakuasi. Sisanya 4  ataun5 mobil masih terkubur. 

Terbaru, sebuah angkot pagi tadi berhasil dievakuasi dari timbunan longsor. "Diperkirakan masih ada empat atau lima buah mobil belum terevakuasi termasuk sebuah truk yang saat ini dalam proses evakuasi," kata seorang petugas.

Tak hanya itu, puluhan orang juga ikut tertimbun. Pada pencarian Senin dan Selasa kemarin, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 24 korban, dua di antaranya selamat dan 22 dalam kondisi meninggal dunia.

Seorang petugas memperkirakan masih ada puluhan orang yang masih tertimbun material longsor. Diberitakan sebelumnya, sejak Senin (21/11/2022) malam hingga sekitar pukul 05.15 WIB tim SAR gabungan telah melakukan evakuasi di Desa Cijedil dan Desa Gasol sebanyak 10 korban, 8 di antaranya meninggal dunia dan 2 lainnya dievakuasi dalam keadaan selamat.

Pada Selasa kemarin 14 jenazah juga dievakuasi tim SAR gabungan. Pergerakan tanah di lokasi masih labil dan gempa susulan pun masih terjadi. Tim im SAR gabungan terus berupaya melakukan evakuasi warga yang masih terjebak di reruntuhan. Informasi yang didapatkan masih banyak warga yang tertimbun.**

Editor: Dede Suryana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Polri Bentuk Satgas Kesehatan Korban Gempa Cianjur, DVI Sudah Identifikasi 149 Jenazah
Giliran Banjir Terjang Cicalengka, Jalur ke Arah Majalaya Terputus
Rektor IPDN Laka Lantas di Tol Cisumdawu, Mobilnya Tabrak Separator Hingga Terbalik
Operasi Bayi Kembar Siam di KBB Butuh Biaya Rp410 Juta
Dampak Pandemi C-19 Di Indonesia 717 Nakes Meninggal Dunia