Gedung Baintelkam Mabes Polri Terbakar

foto

Foto: Istimewa

KARO Penjas Div. Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan.

JAKARTA, Kejakimpolnews.com - Gedung Baintelkam (Badan Intelijen dan Keamanan) Mabes Polri di jalan Pattimura, Jakarta Selatan, yang bersebelahan dengan gedung Bareskrim Polri dan bersebrangan dengan gedung Musium Polri mengalami kebakaran.

Kebakaran bermula sejak pkl 19.55, namun beberapa menit kemudian berhasil dipadamkan dengan menggunakan APAR atau Alat Pemadam kebakaran ringan sewaktu tim mobil Damkar Jakarta Selatam tiba di TKP atau tempat kejadian perkara/peristiwa.

Tetapi pada pkl 22.15 kembali terjadi kebakaran dan tim petugas serta mobil pemadam kebakaran segera datang dan berusaha memadamkan kebakaran tersebut. Alhamdulillah beberapa waktu kemudian berhasil dipadamkan, dan pada pkl 23.15 kebakaran tersebut sudah dalam proses pendinginan.

Diduga kebakaran tersebut terjadi di ruang komputer. Menurut Kepala Dinas Damkar, pihaknya mengerahkan 15 unit mobil Damkar beserta 65 orang petugasnya.

Sementara itu pihak PLN telah memadamkan aliran listrik ke gedung Bareskrim Mabes Polri. Sementara itu Kepala Yanma Polri Kombes Yudi Sulistiyo menerangkan bahwa kebakaran tersebut terjadi di ruang kecil server komputer bekas gedung Baintelkam yang secara bertahap berpindah ke jalan Fatmawati.

Percikan muncul dari baterei UPS yang hendak dicopot dan diangkut ke gedung baru di Fatmawati. Akibatnya belasan baterei tersebut hangus terbakar. Polri menyebut asap tebal yang sempat mengepul di salah satu gedung Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) disebabkan baterai UPS yang korslet saat akan dipindahkan.

"Baterai UPS yang sudah lama dan akan dipindahkan oleh teknisi dari salah satu ruangan, mau dipindahkan ke kantor lain," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan dalam keterangan tertulis, Jumat (25/11/2022) seperti dikutip dari PMJNews.

Menurut Ramadhan, baterai UPS menyimpan daya listrik dan sensitif. Saat mengetahui baterai UPS korslet, petugas di lokasi langsung mengambil alat pemadam api ringan dan menyemprotkan ke titik korslet. Upaya ini menimbulkan banyak asap.

"Baterai UPS yang lama itu kan masih menyimpan daya listrik. Waktu mau dipindah mengalami korsleting. Terus disemprot pakai alat pemadam yang ringan itu hingga mengakibatkan asap jadi terlihat banyak," tuturnya.

Ramadhan mengatakan munculnya asap dilihat oleh petugas pelayanan markas (yanma) yang tengah piket. Menurutnya, khawatir terjadi kebakaran besar, petugas Yanma menelepon pemadam kebakaran (damkar).

"Piket Yanma melakukan pencegahan karena khawatir dengan panggil damkar. Semuanya sudah terkendali sekarang," tukasnya.

Editor : Dindin Machfudz

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Operasi Lilin 2022 Berjalan Lancar, Kendaraan Roda Dua Dominasi Kecelakaan
Cirebon dan Kuningan Gelap Gulita Akibat Gardu Induk PLN Sunyaragi Disambar Petir
Operasi Lilin Lodaya Berakhir Hari Ini, Polisi Gelar KRYD Hingga 9 Januari Mendatang
Nyalakan Flare Saat Laga Persib-Pesija di GBLA, Oknum Bobotoh Dilarang Menonton Seumur Hidup
2 ABK KM Bahari Nusantara Hilang di Perairan Indramayu