Berlangsung 15 Menit

Hujan Badai di Cileunyi, Bandung Timur. Puluhan Rumah Penduduk Porak Poranda

foto

Yayan Sofyan

Rumah yang rusak gentingnya beterbangan diterjang angin kencang di Kp. Cipadati RW 01 Desa dan tower Mesjid Al Fauzu GCI RW 17 Cinunuk yang runtuh tengah ditangani BPBD Jabar.

BANDUNG, kejakimpolnews.com -Hujan lebat disertai angin kencang melanda Kecamatan Cileunyi, Kawasan Bandung Timur Minggu (25-10) sekira pukul 15.30 WIB. Kejadian tersebut berlangsung hanya sekira 15 menit, tapi akibatnya puluhan bangunan rumah rusak berar dan ringan juga pohon-pohon bertumbangan.

Banyak rumah penduduk gentingnya berterbangan dan sebagian tertimpa pohon tumbang. Belum diketahui berapa total bangunan yang rusak akibat amukan angin kencang di Cileunyi tersebut. Hingga saat tidak ada laporan adanya korban luka ataupun korban jiwa.

Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Cinunuk, Aipda Heri Maryadi serta Serda Rahmat Akili membenarkan, akibat hujan lebat disertai angin kencang puluhan rumah di desa Cinunuk rusak.

Saksi mata lainnya menyebutkan, di Desa Cinunuk saja, diperkirakan ada puluhan bangunan rumah yang rusak, termasuk sejumlah mesjid di antaranya di Kp. Sadang RW 11 ada belasan rumah rusak, termasuk Mesjid Istiqomah, atap asbesnya berterbangan.

Kerusakan juga di Kp. Cipadati RW 01. Di sini dilaporkan belasan rumah rusak. "Total bangunan yang rusak belum terdata. Tapi Alhamdulillah tak ada korban luka ataupun meninggal," kata Ketua RW 11 Kampung Sadang.

Terjangan angin kencang tersebut, selain membuat sebagian rumah di Komplek Griya Cinunuk Indah (GCI) RW 17 Desa Cinunuk porak poranda, tower Mesjid Al Fauzu setinggi 30 meter juga tumbang. Beruntung tower pengeras suara tersebut tertahan kabel dah pohon sehingga tidak menimpa rumah.

"Tower mesjid Al Fauzu runtuh saat angin kencang. Hingga malam ini pukul 19.00 masih ditangani BPBD Jabar yang datang ke lokasi dengan cara memotong besi tower yang runtuh," tutur Surya, Ketua RW 17 GCI.

Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Cinunuk, Aipda Heri Maryadi serta Serda Rahmat Akili, mengakui keduanya sedang mendata puluhan rumah di desa Cinunuk yang rusak.

"Kerusakan ada di beberapa RW hanya data lengkapnya masih dihimpun," kata Heri didampingi Rahmat saat berkeliling memantau dan memeriksa rumah rusak pasca terjangan angin kencang.

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Tanah Berjatuhan dari Atas Truk Jalan Narogong Menjadi Licin
Gubernur dan Ketua DPRD DKI Imbau Birokrat Jangan Abaikan Pelayanan
Sekda Lantik 133 Pejabat Fungsional Secara Virtual
Nama-Nama Korban Tabrakan Maut Tol Cipali
Polri Limpahkan Berkas Perkara Senpi Ilegal Soenarko