Polda Jabar Mulai Penyidikan

Ada Pidana Saat Habib Riziek Shihab Hadiri Acara di Megamendung

foto

Humas Polda Jabar

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago S.I.K., M.Si didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda. Jabar Kombes Pol. Chuzaini Patoppoi, S.St., M.K., S.H. saat konferensi pers di Mapolda Jabar di Bandung.

BANDUNG,kejakimpolnews.com.- Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar menyatakan, terkait dengan kerumunan orang di Megamendung Kab. Bogor saat acara yang dihadiri Habib Riziek Shihab (HRS), pihaknya melihat ada unsur pelanggaran pidana.

Untuk itu, diawali dengan penyelidikan kini meningkat ke penyidikan. Dan siapa yang akan jadi tersangka? Polisi akan memanggil kembali sejumlah orang termasuk HRS.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago S.I.K., M.Si dalam konferensi pers Kamis (26/12) di Mapolda Jabar mengatakan, ada dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) terkait kejadian 13 November 2020 pada acara peletakan batu pertama pembangunan Pontren Agrikultural Markaz Syariah Megamendung Bogor.

Hal itu kata Erdi, dilihat dari banyaknya pengunjung atau pengikut yang hadir berjumlah 3.000 orang, penyidik Ditreskrimum Polda Jabar melihat adanya dugaan pelanggaran prokes.

Direktur Reserse Krimum.Polda. Jabar Kombes Pol. Chuzaini Patoppoi, S.St., M.K., S.H., menambahkan, dari kegiatan penyelidikan, pihaknya sudah mengundang klarifikasi sebanyak 15 orang, 12 orang di antaranya hadir, 2 absen tanpa keterangan, dan 1 orang berhalangan karena terkena Covid-19.

"Penyidik sudah mengklarifikasi satu orang ahli esimologi dari sebuah universitas di Jabar, sudah menganalisis rekaman CCTV di seputaran TKP berikut Chanel Youtube serta mempelajari Keputusan Bupati Bogor No. 443/478/KPTS/Per UU/2020 tanggal.7 Oktober 2020." ucap Kombes Pol.Chuzaini.

Dia menuturkan, berdasarkan Keputusan Bupati Bogor tersebut bahwa tanggal 28 Oktober s.d. 25 November 2020 sudah ditetapkan situasi Bogor masuk dalam PSBB Pra AKB.

Dalam situasi tersebut ada aturan - aturan yang harus dipatuhi yaitu kegiatan Pondok Pesantren diperbolehkan, namun tidak boleh dikunjungi, kegiatan pertemuan juga sejenisnya diperbolehkan namun ada batasan kapasitas, maksimal 50% dari kapasitas atau maksimal 150 orang.

Selain itu, kegiatan boleh dilakukan maksimal waktunya 3 jam dan penyelenggara wajib membuat surat pernyataan untuk mematuhi protokol kesehatan kepada Satgas Covid-19.

HRS pemilik Pontren

Untuk itu Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat segera memanggil pemilik Pondok Pesantren (Pontren) Agrikultural Markaz Syariah Megamendung Kabupaten Bogor, terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan 13 November 2020 lalu.

Selain pemilik Pontren Agrokultural Markaz Syariah Megamendung yakni Habib Rizieq Shihab ( HRS), penyidik juga memanggil panitia acara peletakan batu pertama pembangunan pontren tersebut.

Penyidik Direskrimum Polda Jawa Barat menyimpulkan, telah terjadi dugaan tindak pidana sesuai dengan pasal 14 ayat (1) dan (2) UU no. 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan pasal 93 UU no 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dan pasal 216 KUHPidana.

"Perkara tersebut sudah dapat ditingkatkan dari proses penyelidikan ketingkat penyidikan," ucap Dir Krimum Polda Jabar.

Dijelaskannya, penyidik telah menemukan fakta-fakta adanya dugaan pelanggaran protokol kesehatan. Mengingat saat terjadinya kerumuman orang di Megamendung pada acara HRS, Kabupaten Bogor dalam masa PSBB pra AKB, sejak 28 Oktober 2020 sampai 25 November 2020.

"Hal itu sesuai dengan keputusan Bupati Bogor, pada Jumat tanggal 13 November 2020, dari pukul 09.00 Wib sampai 23.00 Wib telah dilaksanakan kegiatan penyambutan kedatangan HRS di pontren, Massa yang datang saat itu sekitar 3.000 orang," jelasnya.

Ditambahkan, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, sudah memasang baliho imbauan untuk menaati protokol kesehatan dan juga sudah dilakukan imbauan secara langsung oleh petugas Satgas Covid-19.

Dia menerangkan, acara penyambutan yang dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan masjid dan peresmian studio MS di Megamendung tidak menaati protokol kesehatan karena dihadiri sekitar 3.000 orang, dan berlangsung lebih dari tiga jam.

"Penyelenggara juga tidak membuat surat pernyataan kesanggupan memenuhi protokol kesehatan.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Ditpolairud Bawa 50 Penyelam Cari Black Boks
Jalur Utama Penghubung Pangalengan-Cisewu Garut Masih terputus
Giliran Mensos Risma Kunjungi Lokasi Longsor Sumedang
8.901 Vaksin di Tangsel Sudah Siap Untuk Disuntikan
Bandung Dikepung Banjir, Macet Dimana-mana