Diduga Bunuh Diri
Jasad Pria Lansia Tergantung di Dahan Pohon Pinggir Jalan Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung

Inilah jasad pria lansia yang ditemukan tergantung di pohon pinggir jalan kawasan Ibun, Kab.Bandung.
BANDUNG, KejakimpolNews.com - Sesosok mayat pria lanjut usia (lansia) ditemukan tergantung di sebuah pohon pinggir jalan, kawasan Kampung legoktongo, Desa Pangguh, Kecamatan ibun, Kabupaten Bandung. Bahkan hingga Kamis (3/10) videonya viral di media sosial (medsos).
Penemuan mayat tergantung langsung menggegerkan warga kampung tersebut, selanjutna dilaporkan kes Polsek Ibun. Dugaan sementara Polsek dan dan tim identifikasi Polresta Bandung, pria lansia tersebut sengaja bunuh diri dengan cara gantung diri dengan seutas tambang pastik.
Jasad yang telah kaku itu tergantung pada cabang pohon pinggir jalan desa termasuk di Kp. Legok tongo RT.03/RW/16, Desa Pangguh, Kecamatan ibun, Kabupaten Bandung, oleh warga yang lewat Rabu (2/10/2024) pagi sekira pukul 07:00 WIB.
Kapolsek Ibun Iptu Deni Fourtjahjanto S.H., membenarkan temuan mayat tergantung tersebut. Pihaknya langsung olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapatkan laporan dari warga.
Bahkan katanya, Tim Inafis Polresta Bandung juga datang untuk melakukan identifikasi dan olah TKP, termasuk memeriksa sejumlah saksi-saksi dan visum telah dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban.
Kapolsek memperkirana, korban binuh diri sedaba tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kendati demikian, pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan sambil menunggu hasil visum.
Kapolsek menambahkan dari hasil penyelidikan serta keterangan saksi, diketahui bahwa korban tersebut berinisial N (68). warga Kp. Pasir Huni, RT 063/019 Desa Mandalahaji, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.
Setelah selesai pemeriksaan di puskesmas, jasad korban kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan, jasadpun tidak diautopsi.
Keluarga yang datang menjemput korban, menganggapnya sebagai suatu musibah dan takdir. Keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi.**
Author: Gaiskha
Editor: Maman Suparman