Buntut Longsor Sumedang

Diduga Abaikan Lingkungan, Polres Usut Pengembang SBG dan Pondok Daud

foto

Yayan Sofyan

PERUMAHAN di kaki Gunung Geulis dan Bukit Aseupan begitu padat, Polisi tengah mengusut, dalam membangun perumahan tersebut diduga pengembang abaikan lingkungan.

SUMEDANG. KejakimpolNews.com.- Satreskrim Polres Sumedang telah memanggil dua pengembang perumahan yakni Perumahan SBG dan Perumahan Pondok Daud, di Dusun Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Kedua pengembang itu diduga mengabaikan lingkungan yang menyebabkan terjadinya longsor Sabtu (9/01/2021). Akibatnya, 40 korban jiwa melayang.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto kepada wartawan mengatakan, kedua pengembang ini telah memenuhi panggilan Polres Sumedang. "Atas undangan klarifikasi, pihak pengembang sudah memenuhi undangan kami ini Jumat lalu," ujar Eko kepada wartawan usai jumpa pers di Mapolres Sumedang, Selasa (19/01/2021) pagi.

Eko menuturkan, saat memenuhi panggilan tersebut, pihak pengembang baru memberikan dokumen perizinan. Perizinan perumahan SBG di atas bukit sendiri tercatat tahun 1995. Sedangkan izin perumahan Pondok Daud di lereng bukti yang longsor tercatat tahun 2017.

"Perumahan SBG sendiri izinnya tahun 1995, sementara ada pembangunan yang izinnya itu tahun 2019 di lokasi perumahan (Pondok Daud), yaitu izin pembangunan drainase yang menjadi penyebab terjadinya longsor,"ungkap Eko.

Eko menyebutkan, saat ini Polres Sumedang masih mendalami proses perizinan drainase di perumahan tersebut. "Kami dalami perizinan drainase ini, karena dari keterangan ahli sementara bahwa kondisi drainase itu tidak sesuai dengan kondisi geologis di lokasi tersebut,"katanya.

Eko pun menuturkan, setelah mengumpulkan keterangan dari ahli dan pihak pengembang telah memberikan penjelasan terkait seluruh perizinan tersebut, pihaknya akan melakukan gelar perkara.

"Pihak pengembang meminta waktu untuk memberikan keterangan lanjutan pada Senin depan. Setelah itu baru kami akan melakukan gelar perkara secara utuh untuk menentukan apakah statusnya nanti bisa dinaikkan menjadi penyidikan," sebutnya.

Menurut Eko, pihaknya akan fokus melakukan pengusutan terkait perizinan dua perumahan ini, mengingat kejadian longsor ini telah menyebabkan kerugian material hingga korban jiwa. "Saat ini kita fokus mengusut ke perizinan dua perumahan di lokasi longsor tersebut"pungkasnya.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Alhamdulillah, Majalengka, Subang, Sumedang dan Kab.Sukabumi Kini Zona Hijau
Gunung Manglayang Diruwat Demi Kelestarian
Tidak Semua Lansia Dapat Divaksin, Inilah Cara dan Syaratnya
Polres Cianjur Razia Kendaraan ke Arah Puncak
Sebuah Rumah di Cingised Nyaris Ludes Dilalap Api