Pembunuhan di Lokasi Longsor

Sebelum Black Menikam Karta dengan Sangkur, Kepalanya Dipukul dengan Airsoftgun

foto

Foto: Polda Jabar/dokumen Kejakimpol

KAPOLRES Sumedang Eko Prasetyo Robbyanto saat konferensi pers tentang pembunuhan di lokasi longsor Cimanggung (atas). Tersangka utama W alias Black yang diduga menikam dengan sangkur berhasil diringkus setelah buron (kiri bawah). Karta Gunawan tewas setelah dadanya ditikam oleh sangkur (kanan bawah).

BANDUNG, kejakimpolnews.com.- W alias Black, tersangka penikaman yang menewaskan Karta Gunawan (37), di lokasi Longsor Cimangung, Kabupaten Sumedang, ternyata tidak sendirian dalam menganiaya korbannya. Dia bersama beberapa temannya terlebih dahulu mengeroyok korban Karta Gunawan.

W alias Black pun diringkus jajaran Satreskrim Polres Sumedang, setelah selama sepekan buron. Sementara tiga tersangka lainnya yang diduga turut serta dalam aksi berdarah itu sudah diringkus terlebih dahulu. Mereka adalah AR alias Tile, DS alias Komeng, dan NU alias Ute.

Diberitakan, peristiwa berdarah itu terjadi pada hari Jumat (15/1) sekitar pukul 18.00. Karta warga kompleks Vila Bandung Indah Desa Cileunyi Kulon, Kabupaten Bandung, tewas setelah dikeroyok dan ditikam oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan lokasi longsor Cimanggung, Sumedang.

Kapolres Sumedang Eko Prasetyo Robbyanto, tidak menampik bahwa penikaman yang menyebabkan korban tewas diawali oleh keributan antargeng motor, hingga kemudian berlanjut di lokasi longsor. Kapolres secara runut menyebut, dalam pengeroyokan itu tersangka AR memukul kepala korban dengan menggunakan senjata Airsofgun sebanyak 3 kali.

Pengeroyokan dilanjutkan oleh tersangka DS dengan memukul korban pakaitangan kosong sebanyak 1 kali. Sedangkan tersangka N selain memukul punggung korban dengan tangan kosong juga menendangnya satu kali. Dan tersangka W alias Black menikam korban dengan pisau sangkur tepat di dada korban sebelah kiri hingga pisau itu tertancap dan sulit dilepaskan.

Atas perbuatannya para tersangka dikenai pasal 338 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana, ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun, subsider pasal 170 ayat (1), ayat (2) ke 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun, subsider pasal 351 ayat (1), ayat (3)  jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun.

Dalam kasus ini polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya sepucuk Airsoftgun, pisau sangkur, dan pakaian korban.**

Editor: Dede Suryana

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Rumah Terbakar, Suami Gosong, Sang Istri Mendadak Raib
Di Haurgeulis Telan Korban 2 Orang Tewas 226 Dievakuasi
Bocah Muhammad Arif Tenggelam di Waduk Saguling
Okupansi Hotel di Kota Bandung Sekira 10 - 20 %
Irjen Ferdi Sambo, "Terlibat Narkoba Pecat dan Pidana!"